Hidayatullah.com—New Delhi dan Abu Dhabi sudah menandatangani kesepakatan pertukaran mata uang guna mendongkrak volume perdagangan dan investasi antara kedua negara tanpa melibatkan mata uang negara ketiga seperti dolar Amerika Serikat.
Uang yang dipertukarkan berjumlah dua miliar dirham atau 35 miliar rupe, menurut Kedutaan India di Abu Dhabi seperti dilansir RT Ahad (9/12/2018).
Dengan nilai perdagangan bilateral mencapai $50 miliar, kedua negara adalah mitra dagang terbesar satu sama lain. Investasi langsung India di Uni Emirat Arab mencapai $6,6 miliar pada tahun 2017, sementara investasi UEA di India $5,8 miliar.
UEA merupakan eksportir minyak terbesar keenam untuk India, sementara perdagangan non-milyak di antara kedua negara bernilai $34 miliar.
Awal tahun ini, Abu Dhabi National Oil Company (Adnoc) dan konsorsium India yang dipimpin Oil and Natural Gas Corporation (ONCG) menandatangani kesepakatan konsesi lepas pantai 10 persen, sehingga perusahaan-perusahaan India berkesempatan membangun fasilitas pertambangan di ladang minyak lepas pantai Abu Dhabi, yang memproduksi sekitar 1,4 juta barel minyak perhari.
Adnoc juga berinvestasi sebesar $44 miliar di kompleks petrokimia Ratnagiri –bekerja sama dengan Saudi Aramco.
Adnoc sedang menggali kemungkinan menyimpan minyak mentahnya di fasilitas penyimpanan minyak bawah tanah di Padur, Karnataka, milik Indian Strategic Petroleum Reserves Ltd (ISPRL).*