Hidayatullah.com–Patung tokoh perjuangan kemerdekaan India Mahatma Gandhi disingkirkan dari Universitas Ghana.
Dilansir BBC Kamis (13/12/2018), dosen-dosen Universitas Ghana mulai mengajukan petisi untuk menyingkirkan patung Gandhi tak lama setelah diresmikan oleh mantan presiden India Pranab Mukherjee pada tahun 2016.
Petisi itu mengatakan Gandhi adalah seorang rasis dan patung yang lebih pantas dipajang adalah sosok pahlawan Afrika, bukan orang asing.
Sejumlah dosen dan mahasiswa yang berbicara kepada BBC mengatakan bahwa patung, yang awalnya terletak di bagian taman di kampus di ibukota Accra itu, sudah disingkirkan pada hari Rabu (12/12/2018).
Pihak universitas mengkonfirmasi hal tersebut dan mengatakan bahwa yang bertanggung jawab adalah Kementerian Luar Negeri dan Integrasi Regional.
Mahatma Gandhi adalah salah satu tokoh abad ke-21 yang paling dikenal. Dia paling terhosor dengan upayanya memimpin perlawanan tanpa senjata terhadap penguasa kolonial Inggris di India.
Ketika muda dia pernah bekerja di Afrika Selatan. Meskipun dia merupakan inspirasi bagi banyak orang di seluruh dunia, tetapi komentar-komentarnya soal orang kulit hitam Afrika kontroversial dan bisa dibilang rasis. Contohnya, Gandhi dalam tulisan-tulisannya di masa awal perjuangannya menyebut orang hitam Afrika sebagai “kaffir”, sebutan yang sangat rasis dan melecehkan. Dia juga mengatakan bahwa orang India tinggi derajatnya atau unggul dibanding orang kulit hitam.*