Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Bunuh 8 Pria dari Perkampungan Gay Toronto, Lansia Kanada Dibui Seumur Hidup

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 Februari 2019 08:33 8:33 am
Ama Farah
Dipublikasikan 9 Februari 2019 08:33
Bagikan
Kawasan pemukiman kaum gay di Toronto, Kanada.
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang pria Kanada yang bekerja sebagai penata kebun dijatuhi hukuman penjara seumur hidup karena pembunuhan dan mutilasi seksual terhadap 8 pria dari komunitas gay di Toronto dan menyembunyikan jasad mereka di bawah tanaman yang ditanamnya.

Bruce McArthur, yang mengakui perbuatannya bulan lalu, akan berusia 90-an tahun sebelum dinyatakan layak untuk mengajukan pembebasan bersyarat dari 8 hukuman penjara 25 tahun konkuren untuk pembunuhan yang dilakukannya.

Hakim pengadilan Superior Ontario John McMahon mengatakan bahwa terpidana sepertinya tidak akan pernah dibebaskan, lapor AFP Jumat (8/2/2019).

Pembunuhan berantai yang terjadi di Toronto itu menguncang komunitas homoseksual Kanada, bahkan Wali Kota John Tory menyebut pelakunya sebagai “monster yang mencari mangsa di kota itu.”

Pembunuh berusia 67 tahun tersebut tampak duduk tenang ketika hakim membacakan keputusan, sementara para detektif yang menyelidiki kasus-kasus pembunuhan yang dilakukannya duduk di kursi pengunjung pengadilan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pria-pria gay korban McArthur adalah seorang bekas kekasihnya, dua orang migran asal Afghanistan, dua pengungsi asal Sri Lanka, seorang pria asal Iran, seorang pria berkewarganegaraan Turki, dan seorang pekerja seks tunawisma. Semua orang itu dilaporkan menghilang antara tahun 2010 dan 2017.

Ketika polisi menggeledah apartemennya pada Januari 2018, mereka menemukan seorang pria muda terikat di tempat tidur tetapi tidak terluka, yang kemungkinan akan menjadi korbannya kesembilan, kata hakim.

Dalam persidangan dipaparkan bahwa McArthur menjerat leher korban-korbannya dan pembunuhannya bersifat seksual. Potongan-potongan tubuh dari 7 korbannya ditemukan dikubur di dalam sebuah pot besar tanaman yang ditempatkan di salah satu rumah pelanggannya di kota Toronto. Tubuh korbannya yang kedelapan kemudian ditemukan di dalam jurang yang berada di belakang rumah tersebut.

Karen Fraser, pemilik rumah, mengaku pernah bertemu dengan dua orang korban McArthur dan wanita itu merasa “dihantui” oleh kasus pembunuhan tersebut.

McArthur mulai dicurigai ketika pacar homoseksualnya Andrew Kinsman dilaporkan menghilang, tetapi polisi awalnya menampik kemungkinan ada pembunuh berantai berkeliaran di kawasan Perkampungan Gay Toronto.

Saat menyelidiki hilangnya Kinsman, polisi mendapatkan rekaman video dari kamera pengawas yang menunjukkan pria itu masuk ke dalam mobil van McArthur, di mana polisi pada akhirnya menemukan senjata yang dipakai untuk membunuh.

Petugas juga menemukan kalender milik Kinsman yang bertuliskan nama “Bruce” pada suatu hari di bulan Juni 2017 yang bertepatan dengan tanggal kehilangannya. Kalender itu menjadi bukti utama petugas kepolisian untuk mencurigai McArthur.

Pada bulan Januari 2018, polisi bergerak menangkap McArthur setelah melihat seorang pria muda masuk ke rumahnya. Di dalam komputer yang disita petugas dari rumah McArthur, terdapat folder bernama “John” yang didalamnya belum terisi file alias kosong. Rupanya, menurut jaksa penuntut, McArthur selalu mengambil foto para pria korbannya sebelum dan sesudah pembunuhan dan menyimpannya di dalam folder sesuai nama mereka.

McArthur selalu memotret korbannya yang sudah tidak bernyawa dalam pose dan posisi tertentu, seperti membaringkan mereka dengan jaket berbulu dan rokok di mulut dan menyelotip matanya agar tetap terbuka. Dia juga menyimpan benda-benda kenangan yang diambil dari korban-korbannya, seperti perhiasan dan buku catatan.

McArthur tidak mengakui penyimpangan seksualnya sampai berusia 40-an tahun. Dia tiba-tiba meninggalkan begitu saja istri dan dua anaknya dan pindah ke Toronto pada tahun 1997, di mana dirinya kemudian dikenal luas di kalangan gay di kota itu.

Hasil pemeriksaan oleh ahli kejiwaan tahun 2001 mengungkap bahwa McArthur pernah memukuli seorang gigolo dengan pipa besi tetapi tidak dipenjara akibat perbuatannya itu setelah dinyatakan tidak berbahaya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Raja Thailand Menjegal Pencalonan Kakaknya sebagai Perdana Menteri
Tulisan selanjutnya FB Hapus Akun Abu Janda, #PermadiAryaBosSaracen membahana

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

10 Ribu Porsi Bakso untuk Ukhuwah di Muktamar NU

Feature
29 Agustus 2026 10:49
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Bahtsul Masail Qanuniyah Muktamar ke-35 NU akan Bahas RUU Perampasan Aset
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?