Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Aktivis Kazakh yang Berkampanye Melawan Kamp China Ditangkap

Ahmad
Terakhir diupdate: 12 Maret 2019 13:23 1:23 pm
Ahmad
Dipublikasikan 12 Maret 2019 13:23
Bagikan
Serikzhan Bilash/Japan Times
Bagikan

Hidayatullah.com— Serikzhan Bilash, aktivis terkemuka yang mengkampanyekan pembebasan etnik Kazakh korban kekerasan terhadap Muslim, di Kota Kazakh, Almaty, ditangkap otoritas China.

Istri Bilash, Leila Adilzhan mengatakan kepada The Associated Press melalui telepon mengatakan,  suaminya,  yang merupakan ketua Kelompok Advokasi Atajurt, menghubunginya hari Ahad pagi melalui telepon seorang polisi dengan mengatakan dia telah ditangkap dan dibawa ke Astana, Ibu Kota Kazakhstan.

“Saya sangat terkejut saat dia menghubungi saya, saya tidak bisa mengatakan sepatah kata pun,” kata Adilzhan. “Aku khawatir pemerintah kita akan menyerahkanya ke China.”

Adilzhan mengatakan kantor Atajurt juga digeledah dengan tanda lebih lanjut bahwa Kazakhstan sedang menindak kelompok itu.

Baca:  Kamp ‘Cuci Otak’ Penyiksa Muslim Pemerintah China

Penahanan lebih dari satu juta warga Uighur (WEE-gurs), Kazakh dan etnis minoritas lainnya ke kamp-kamp interniran Tiongkok telah menjadi masalah yang sensitif di negara tetangga Kazakhstan, negara Asia Tengah berpenduduk 18 juta orang. China adalah mitra dagang utama, dan media sangat dibatasi di negara Kazakhstan, umumnya menghindari pelaporan di kamp.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kelompok Bilash, Atajurt, menjadi terkenal tahun lalu karena melakukan advokasi, mendukung kerabat mereka yang telah ditahan. Mereka memberikan dukungan keuangan, menulis surat kepada kedutaan besar dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan merekam ratusan kesaksian oleh kerabat yang mencari orang-orang yang mereka cintai yang hilang di wilayah Xinjiang, China yang jauh di ujung barat daya China.

Baca:  Kemana Keadilan bagi Muslim Uighur di China? 

Dalam sebuah video yang diedarkan secara online pada hari Ahad sore, Bilash mengatakan dia telah dituduh “menghasut kebencian etnis” dan ditahan oleh polisi Astana.

Aiman ​​Umarova, seorang pengacara untuk Atajurt, mengatakan dia dalam perjalanan ke Astana untuk mewakili Bilash di pengadilan dan menyebut kasus itu “bermotivasi politis.”

“Penangkapan Bilash terkait dengan tindakannya terhadap kamp-kamp China, dan dukungannya bagi orang-orang Kazakh dan kaum Muslim lainnya di kamp-kamp itu,” kata Umarova. “Pemerintah kami tidak ingin merusak hubungan antara Kazakhstan dan China.”

Baca:  Memetakan Kamp Penahanan Xinjiang China bagi Muslim Uighur dan Kazakh

Kementerian Luar Negeri Kazakhtan tidak segera menanggapi dan tidak berkomentar. Seorang pria yang mengaku sebagai polisi menjawab telepon dan mengatakan Bilash ditahan “sementara” sebelum menutup telepon tanpa komentar lebih lanjut, menurut rekaman audio yang disediakan istri Bilash.

Bilash telah menghadapi tekanan yang meningkat dari otoritas Kazakh dalam beberapa bulan terakhir.

Pengadilan Almaty bulan lalu memutuskan Bilash bersalah karena memimpin secara ilegal sebuah organisasi yang tidak terdaftar dan didenda 252.000 tenge, meskipun istrinya mengatakan dia berencana untuk mengajukan banding.

Hari Sabtu, Bilash mengirim sebuah video yang mengatakan empat orang asing yang mengenakan earphone muncul ke kantor Atajurt dan mengatakan dia khawatir dalam bahaya. Pada Ahad pagi, noda darah ditemukan di kamar hotelnya di pusat Kota Almaty, kata anggota Atajurt, Tilek Niazbek dikutip AP.

Bilash telah ditunjuk sebagai pengacara oleh negara, kata istrinya. Tidak jelas tuduhan spesifik apa yang dia hadapi atau kapan dia akan muncul di pengadilan.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Astanachinakampkamp cuci otakKazakhkomunisKota Kazakhstanre edukasiuighurxinjiang
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya KH. Hasyim Asy’ari dan Problem Ikhtilath
Tulisan selanjutnya Penyiar Fox News Serang Anggota Kongres karena Hijab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Berita
30 Mei 2026 10:28
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?