Hidayatullah.com—Partai Islam Malaysia PAS menyatakan keberatan terkait penahanan tiga anggotanya untuk kepentingan penyelidikan dalam kasus pembakaran mobil dinas Mufti Perlis Mohd Asri Zainul Abidin yang juga dikenal dengan sebutan Dr. MAZA.
Direktur Jenderal Jabatan Amal Malaysia (JAM) PAS Mohd Nazree Mohd Aris mengatakan ketiga orang anggota organisasinya ditahan untuk ditanyai pada hari Senin (20/5/2019), berdasarkan klaim seorang pecandu narkoba yang ditangkap dalam operasi narkoba belum lama ini, lapor The Star Rabu (22/5/2019).
“Dua tersangka utama insiden pembakaran (pada 22 Maret) terekam CCTV. Salah seorang dari mereka adalah pecandu narkoba, dan seorang lainnya adalah pria bernama Mie Tomoi, yang masih buron. Akan tetapi, tidak ada satu pun anggota kami yang terekam,” kata Mohd Nazree.
Pada 22 Maret dua pria terekam kamera pengawas membakar mobil dinas Honda Accord Mufti Perlis Mohd Asri pada pukul 05:45 pagi.
Polisi mendapatkan rekaman CCTV itu dari rumah tetangga di Jalan Persiaran Wawasan.
Kepala Kepolisian Perlis Datuk Noor Mushar Mohamad mengkonfirmasi bahwa salah satu tersangka merupakan seorang pecandu narkoba, dan mengatakan bahwa orang itu telah ditahan pada 18 Mei untuk membantu polisi mengungkap kasus pembakaran tersebut.
Pihak kejaksaan mengatakan tersangka itu telah mengaku sebagai pelaku pembakaran, bersama dengan seorang temannya yang dikenal sebagai Mie Tomoi, dan mereka dibayar RM500 oleh seseorang untuk melakukan aksi tersebut.
Tersangka itu mengatakan ada lima orang yang terlibat dalam kasus itu.
Mohd Nazree mengatakan ketiga anggota JAM PAS telah ditahan sejak hari Senin.
“Salah satu anggota JAM kami memasukkan laporan kepada polisi, mempertanyakan bagaimana pemilik dua akun Facebook mendapatkan nama dan foto seseorang yang ditahan untuk diperiksa.”
“Tak lama setelah melapor di Kota Setar, Kedah, anggota kami lalu menuju ke kantor pusat di Perlis untuk membuat pernyataan, dan dia ditahan di sana,” kata Mohd Nazree.
“Satu anggota kami ditahan di rumah dan dua lainnya ditahan di mana mereka dipanggil untuk ditanyai,” imbuhnya.
“Bukannya mengejar tersangka utama, anggota-anggota kami, yang tidak memiliki catatan kepolisian (catatan kriminal, red), justru ditangkap untuk diperiksa,” imbuhnya.
Mohd Nazree mengatakan JAM tidak keberatan membantu kepolisian, asal tidak ada yang salah.
“Kami yakin kebenaran pada akhirnya akan terungkap. Anggota-anggota kami membantu masyarakat; bukan mencelakai orang lain. Kami bahkan tidak berkata-kata buruk tentang Pakatan Harapan. Mengapa pula ada anggota kami yang membakar mobil seorang mufti,” kata pengurus PAS tersebut.*