Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Mantan Presiden Pakistan Asif Ali Zardari Ditahan

Ama Farah
Terakhir diupdate: 11 Juni 2019 09:34 9:34 am
Ama Farah
Dipublikasikan 11 Juni 2019 09:32
Bagikan
Asif Ali Zardari dan istrinya mendiang PM Pakistan Benazir Bhutto, dan bersama saudara perempuannya Faryal Tarpal (inzet)l. Bhutto adalah keluarga Syiah sangat sangat dikenal dan kaya di Pakistan.
Bagikan

Hidayatullah.com—Asif Ali Zardari, mantan presiden Pakistan, ditangkap di Islamabad dalam kasus pencucian uang.

Penangkapan dilakukan setelah pengadilan tinggi menolak perpanjangan pembebasan dari tahanan dengan uang jaminan Zardari dan saudara perempuannya. Mereka dituduh menyembunyikan uang haram di sejumlah rekening palsu.

Rekaman video yang disiarkan media Pakistan menunjukkan petugas dari National Accountability Bureau (NAB), semacam badan antikorupsi, memasuki rumah Zardari menyusul keputusan pengadilan tinggi Islamad tersebut, lansir BBC Senin (10/6/2019).

Dia terlihat meninggalkan kediamannya bersama putranya, Bilawal Bhutto Zardari, yang sekarang menjabat ketua partai oposisi Partai Rakyat Pakistan.

Para pendukungnya yang berkumpul di sekitar rumahnya meneriakkan “hidup Bhutto,” merujuk pada dinasti politik keluarga Bhutto, lapor Reuters.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Di tahun 1990-an dan 2000-an suami dari Benazir Bhutto itu pernah mendekam dalam penjara dengan tuduhan korupsi. Dia dijuluki “Mr. 10%” karena kebiasaannya mengutip uang komisi dari proyek-proyek pemerintah. Menyusul pembunuhan istrinya, Perdana Menteri Benazir Bhutto, Zardari dipilih sebagai presiden Pakistan pada tahun 2008 sampai 2013.

Pihak penyidik mengatakan bahwa sejumlah rekening bank palsu dipakai untuk menyalurkan uang miliaran rupe. Puluhan perusahaan dan ratusan orang terimplikasi dalam skandal itu, lapor media di Pakistan.

Zardari membantah tuduhan terkait “rekening-rekening palsu” itu, yang diselidiki aparat hukum sejak 2015.

Sebelum keputusan pengadilan tinggi Islamabad hari Senin itu, Zardari dan saudara perempuannya, anggota parlemen Faryal Talpur, sudah berkali-kali memperpanjang pembebasan tahanannya dengan uang jaminan sehingga mereka tidak perlu menginap di “Hotel Prodeo”.

Keduanya dihadirkan ke pengadilan hari senin dengan pengawalan super ketat. Namun, tidak seperti abangnya, Faryal Talpur belum digiring masuk sel tahanan.

Menteri Dalam Negeri Pakistan Ejaz Shah mengatakan kepada parlemen hari Senin bahwa pemerintah tidak campur tangan dalam masalah penahanan Zardari itu.

Pemerintahan Pakistan saat ini yang dipimpin Perdana Menteri Imran Khan memenangkan pemilihan umum dengan mengusung platform antikorupsi, penyakit kronis pemerintah Pakistan yang membuat banyak rakyat muak selama puluhan tahun. Meskipun demikian, PM Khan tidak ingin terlihat terang-terangan menangkapi para koruptor dari pemerintahan sebelumnya yang juga rival-rival politiknya. Khan selalu mengatakan bahwa penangkapan terhadap anggota keluarga Bhutto tidak ada muatan politiknya.

Bhutto merupakan keluarga besar dan kaya dari komunitas Syiah di Pakistan yang sangat disegani dan memiliki banyak pendukung karena dinasti politiknya yang sangat panjang dan luas, bahkan sebelum Pakistan merdeka.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:BhuttoPakistanZardari
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banjir Konawe, Menteri LHK: Ada Indikasi Ekses Perizinan Kawasan Hutan
Tulisan selanjutnya kesejahteraan guru Ketua DPR: Pemerintah Harus Antisipasi Dampak Perang Dagang AS-China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha

Berita
1 Juni 2026 10:40
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?