Hidayatullah.com—Asif Ali Zardari, mantan presiden Pakistan, ditangkap di Islamabad dalam kasus pencucian uang.
Penangkapan dilakukan setelah pengadilan tinggi menolak perpanjangan pembebasan dari tahanan dengan uang jaminan Zardari dan saudara perempuannya. Mereka dituduh menyembunyikan uang haram di sejumlah rekening palsu.
Rekaman video yang disiarkan media Pakistan menunjukkan petugas dari National Accountability Bureau (NAB), semacam badan antikorupsi, memasuki rumah Zardari menyusul keputusan pengadilan tinggi Islamad tersebut, lansir BBC Senin (10/6/2019).
Dia terlihat meninggalkan kediamannya bersama putranya, Bilawal Bhutto Zardari, yang sekarang menjabat ketua partai oposisi Partai Rakyat Pakistan.
Para pendukungnya yang berkumpul di sekitar rumahnya meneriakkan “hidup Bhutto,” merujuk pada dinasti politik keluarga Bhutto, lapor Reuters.
Di tahun 1990-an dan 2000-an suami dari Benazir Bhutto itu pernah mendekam dalam penjara dengan tuduhan korupsi. Dia dijuluki “Mr. 10%” karena kebiasaannya mengutip uang komisi dari proyek-proyek pemerintah. Menyusul pembunuhan istrinya, Perdana Menteri Benazir Bhutto, Zardari dipilih sebagai presiden Pakistan pada tahun 2008 sampai 2013.
Pihak penyidik mengatakan bahwa sejumlah rekening bank palsu dipakai untuk menyalurkan uang miliaran rupe. Puluhan perusahaan dan ratusan orang terimplikasi dalam skandal itu, lapor media di Pakistan.
Zardari membantah tuduhan terkait “rekening-rekening palsu” itu, yang diselidiki aparat hukum sejak 2015.
Sebelum keputusan pengadilan tinggi Islamabad hari Senin itu, Zardari dan saudara perempuannya, anggota parlemen Faryal Talpur, sudah berkali-kali memperpanjang pembebasan tahanannya dengan uang jaminan sehingga mereka tidak perlu menginap di “Hotel Prodeo”.
Keduanya dihadirkan ke pengadilan hari senin dengan pengawalan super ketat. Namun, tidak seperti abangnya, Faryal Talpur belum digiring masuk sel tahanan.
Menteri Dalam Negeri Pakistan Ejaz Shah mengatakan kepada parlemen hari Senin bahwa pemerintah tidak campur tangan dalam masalah penahanan Zardari itu.
Pemerintahan Pakistan saat ini yang dipimpin Perdana Menteri Imran Khan memenangkan pemilihan umum dengan mengusung platform antikorupsi, penyakit kronis pemerintah Pakistan yang membuat banyak rakyat muak selama puluhan tahun. Meskipun demikian, PM Khan tidak ingin terlihat terang-terangan menangkapi para koruptor dari pemerintahan sebelumnya yang juga rival-rival politiknya. Khan selalu mengatakan bahwa penangkapan terhadap anggota keluarga Bhutto tidak ada muatan politiknya.
Bhutto merupakan keluarga besar dan kaya dari komunitas Syiah di Pakistan yang sangat disegani dan memiliki banyak pendukung karena dinasti politiknya yang sangat panjang dan luas, bahkan sebelum Pakistan merdeka.*