Hidayatullah.com—Dari 850 juta euro yang dijanjikan untuk pembangunan kembali Katedral Notre-Dame, dua bulan berselang dari bencana kebakaran jumlah donasi yang benar-benar diserahkan hanya mencapai 9%.
Dilansir Radio France Internationale, sampai hari Jumat (14/6/2019) dari hampir satu miliar euro yang dijanjikan donatur hanya 80 juta euro saja yang sudah diterima.
Sebanyak 650 juta euro dijanjikan akan diberikan kepada 4 lembaga yang ditugaskan untuk membangun kembali katedral berusia ratusan tahun itu. Keempat lembaga itu adalah Fondation de France, Fondation du Patrimoine, Fondation Notre-Dame dan National Monument Centre. Dua ratus juta lainnya dijanjikan langsung kepada pemerintah Prancis.
Sebagian besar donasi tersebut dijanjikan oleh beberapa orang dan perusahaan terkaya Prancis.
Francois-Henri Pinault,56, CEO grup Kering pemilik sejumlah merk barang mewah seperti Gucci dan Yves Saint Laurent, mengatakan keluarganya akan memberikan donasi sekitar 100 juta euro.
Sementara Bernard Arnault, 70, dari keluarga pemilik konglemerat barang mewah LVMH, mengatakan keluarganya berjanji memberikan 200 juta euro untuk pembangunan kembali katedral ikon kota Paris tersebut.
Pinault dan Arnault mengatakan akan menyerahkan donasinya secara bertahap, sejalan dengan proses perbaikan katedral.
Keduanya kemungkinan berniat membatasi sumbangannya setelah bermunculan suara sumbang dari sejumlah organisasi amal dan politisi, yang menuding mereka berlomba memberikan donasi dalam jumlah besar dengan tujuan utama mengelak dari pajak. Tentu saja kedua keluarga miliarder itu membantah tuduhan tersebut.
Alasan lain mengapa uang yang masuk untuk perbaikan Notre-Dame hanya sedikit adalah kemungkinan sebagian donatur berubah pikiran dan menarik diri karena jumlah sumbangan yang dijanjikan sudah terlampau banyak. Sebagaimana diketahui, janji donasi perbaikan Katedral Notre-Dame datang dari seluruh dunia dan dalam waktu singkat menyentuh angka 1 miliar euro, sehingga sebagian dermawan pikir-pikir untuk mengalihkan donasinya ke proyek bantuan lain.
Meskipun demikian, menurut organisasi-organisasi yang bertugas menangani pembangunan kembali Notre-Dame mereka tidak kekurangan dana.
Presiden Prancis Emmanuel Macron sendiri berjanji akan menuntaskan perbaikan katedral yang ikut mengisi pundi-pundi negara dari sektor pariwisata itu.*