Hidayatullah.com—Antara bulan Januari dan Juni 2019, Kementerian Pertahanan Jerman dan institusi-institusi afiliasinya menghabiskan €155 juta ($174 juta) untuk biaya konsultasi dan layanan dukungan dari lembaga eksternal.
Angka itu terungkap ketika kementerian menanggapi permintaan informasi oleh oposisi, Partai Kiri. Media lokal mendapatkan tanggapan tersebut hari Kamis (8/8/2019), lansir DW.
Sebagai perbandingan, 13 kementerian Jerman lain bila digabungkan mengeluarkan total €178 juta untuk layanan dan konsultasi eksternal. Dari angka itu biaya terbanyak €48 juta dihabiskan oleh Kementerian Transportasi, sedangkan Kementerian Pendidikan “cuma menghabiskan” €293.000.
Selama dipimpin oleh Ursula von der Leyen –sekarang menjabat presiden Komisi Eropa– kementerian itu selalu saja mengeluhkan kurangnya kelengkapan militer, dan anehnya justru menghabiskan dana sebanyak itu hanya untuk konsultasi padahal memiliki staf lebih dari 20.000 orang.
Menurut Thomas Silberhorn, sekretaris parlemen di Kementerian Pertahanan yang merupakan politisi blok konservatif pimpinan Kanselir Angela Merkel, anggaran tersebut banyak dimakan untuk digitalisasi. Menurutnya, €109 juta dihabiskan untuk IT service provider militer Jerman BWI.
BWI merupakan perusahaan IT milik negara yang didirikan tahun 2007 dan memberikan layanan logistik dan administratif khusus Bundeswehr (militer Jerman) di 1.200 lokasi, termasuk misi NATO di Kosovo.
Anggota parlemen Partai Kiri Matthia Hohn menyebut pemborosan anggaran itu memalukan dan mantan menteri pertahanan Ursula von der Leyen telah mengubah Bindeswehr menjadi El Dorado bagi konsultan-konsultan eksternal.
Dia menantang menteri pertahanan yang baru, Annegret Kramp-Karrenbauer yang meneruskan posisi Angela Merkel sebagai ketua partai CDU, untuk membereskan masalah tersebut.*