Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

PM Denmark Minta Maaf Atas Kekerasan Terhadap Anak Panti Pasca PD II

Ama Farah
Terakhir diupdate: 15 Agustus 2019 06:49 6:49 am
Ama Farah
Dipublikasikan 15 Agustus 2019 09:47
Bagikan
Ilustrasi.
Bagikan

Hidayatullah.com–Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen hari Selasa (13/8/2019) secara resmi meminta maaf atas kekerasan yang dialami anak-anak di panti asuhan pasca Perang Dunia II.

Dalam acara yang digelar di kediamannya di Marieborg, dia meminta maaf atas nama negara Denmark kepada para korban atas apa yang disebutnya sebagai salah satu episode terkelam dalam sejarah negara itu.

“Saya ingin menatap langsung mata Anda satu persatu dan mengatakan: maaf,” kata Frederiksen. “Maaf atas ketidakadilan yang dialami Anda dan orang-orang yang Anda kasihi.”

“Kepada Anda yang ada di sini, kepada Anda yang sudah wafat, serta mereka yang akan menyusul. Atas nama Denmark saya menghaturkan permohonan maaf.”

Anak-anak yang tinggal di berbagai panti asuhan di Denmark antara tahun 1946 dan 1976 mengalami kekerasan bertahun-tahun, seperti dipukuli dan ditelantarkan. Seorang dokter yang ditugaskan di sebuah panti asuhan putra bahkan dituduh melakukan eksperimen medis terhadap mereka.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Seruan agar pemerintah meminta maaf atas kegagalannya melindungi anak-anak panti mencuat setelah sebuah film dokumenter tahun 2005 disiarkan. Dokumenter itu memaparkan kesaksian para penyintas dan staf panti.

Salah satu panti yang dikenal paling kejam terhadap anak-anak adalah panti asuhan putra Godhavn di Zealand.

Poul-Erik Rasmussen, pimpinan Asosiasi Nasional Panti Asuhan Putra Godhavn mengatakan permintaan maaf itu sangat penting guna menutup kasus tersebut.

“Ketika kami dibesarkan di panti asuhan, kami diberitahu bahwa kami tidak berarti sama sekali,” kata Rasmussen kepada kantor berita Jerman DPA seperti dikutip DW.

Rasmussen tinggal di panti tersebut di era 1960-an dan mengalami rasanya dipukuli dan disiksa secara batin oleh pengurus panti.

Menyusul pidato perdana menteri itu, dia berkata, “Selama bertahun-tahun kami merasa bersalah. Kami sekarang tidak perlu lagi merasakan hal itu.”

Denmark menghapus hukuman fisik pada tahun 1967, artinya orang dilarang memberikan hukuman fisik seperti pemukulan atau cambukan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:denmarkpanti asuhan
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anies Tak Balas Bully, tapi Jawab dengan Karya
Tulisan selanjutnya Imran Khan: Narendra Modi Jalankan Ideologi Hitler

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?