Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

200 Ribu Pengungsi Rohingya Peringati Dua Tahun ‘Hari Pembersihan’ Muslim

Ahmad
Terakhir diupdate: 25 Agustus 2019 22:32 10:32 pm
Ahmad
Dipublikasikan 25 Agustus 2019 22:32
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Sebanyak 200.000 pengungsi Rohingya berkumpul di kamp pengungsi Kutupalong untuk menandai dua tahun sejak melarikan diri dari kekejaman militer Myanmar.

Sebanyak 740.000 etnis Rohingya dari Rakhine telah melarikan diri pada Agustus 2017 selama kampanye brutal militer Burma, selanjutnya mereka bergabung dengan 200.000 lainnya yang sudah mendapat perlindungan di Bangladesh.

Anak-anak, perempuan dan laki-laki melantunkan takbir dan ‘Hidup Rohingya’ ketika mereka berbaris di tengah-tengah kamp pengungsi terbesar di dunia untuk memperingati apa yang disebut ‘Hari Genosida’ di tengah panas terik.

Mereka juga melantunkan lirik lagu populer ‘Dunia tidak peduli dengan nasib Rohingya.’

Myanmar mengklaim telah melancarkan operasi anti-pemberontak terhadap ‘ekstremis’ Rohingya yang menyerbu pos polisi, tetapi PBB tahun lalu mengatakan personil militer Myanmar harus dituntut karena aksi genosida dan upaya pembersihan minoritas Muslim atas insiden tersebut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Saya datang ke sini untuk mencari keadilan atas pembunuhan kedua putra saya. Saya akan terus mencari keadilan sampai napas terakhir saya,” kata Tayaba Khatun yang berusia 50 tahun ketika air mata mengalir di pipinya.

Myanmar mengatakan mereka sedang melakukan operasi kontra-pemberontakan terhadap para ekstremis Rohingya setelah mereka menyerang pos-pos polisi, tetapi PBB tahun lalu menyerukan jenderal-jenderal penting Myanmar untuk dituntut karena genosida terhadap minoritas Muslim.

Pemimpin Rohingya Mohib Ullah mengatakan minoritas tanpa kewarganegaraan ingin kembali ke rumah, tetapi hanya setelah mereka diberi kewarganegaraan, keamanan mereka dipastikan dan mereka diizinkan untuk menetap kembali di desa mereka.

“Kami telah meminta pemerintah Burma untuk berdialog. Tapi kami belum mendapat tanggapan dari mereka,” kata Ullah pada rapat umum ini.

“Kami disiksa, dibunuh, dan diperkosa di Rakhine. Tapi tetap saja itu rumah kita. Dan kami ingin kembali.”

Petugas polisi Zakir Hassan mengatakan kepada AFP sekitar 200.000 Rohingya ambil bagian dalam pertemuan damai itu.

Keamanan ketat di kamp Kutupalang, pemukiman pengungsi terbesar di dunia dan rumah bagi lebih dari 600.000 Rohingya.

“Ratusan polisi, tentara dan penjaga perbatasan telah dikerahkan untuk mencegah kekerasan,” kata kepala polisi setempat Abul Monsur kepada AFP.

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Bangladeshburmagenosida Rohingyamiliter MyanmarmyanmarPengungsi RohingyaRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya umrah dpp ampuh Kemenag Akan Tambah Konsultan Ibadah Haji Perempuan
Tulisan selanjutnya Pembunuhan Wanita di Depan Putrinya Picu Kemarahan Warga Turki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?