Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tentara Jerman Sejak 2016 Menunggu Jatah Sepatu Boot Baru

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Agustus 2019 22:11 10:11 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Agustus 2019 10:08
Bagikan
Prajurit Bundeswehr.
Bagikan

Hidayatullah.com—Sejak tahun 2016 militer Jerman –Bundeswehr– berencana untuk memberikan anggota pasukannya sepatu boot tempur yang baru. Sekarang, prajurit harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan jatah perlengkapannya.

Tentara Jerman harus menunggu sampai tahun 2022 untuk menerima sepatu boot tempur yang baru disebabkan “kapasitas produksi dalam industri itu terbatas,” lapor media Jerman.

Sejak 2016, Bundeswehr berencana memberikan prajuritnya dua model “heavy combat boots” dan satu model “light combat boots”, dan bukannya menggunakan sepatu boot standar yang dapat digunakan di semua musim.

Pembagian sepatu tempur itu direncanakan rampung akhir 2020. Namun, sekarang jadwalnya diundur sampai pertengahan 2022, lapor koran harian Tagespiegel mengutip tanggapan Kementerian Pertahanan atas pertanyaan parlemen, seperti dilansir DW Rabu (28/8/2019).

Kementerian Pertahanan kepada Tagespiegel, “Disebabkan terbatasnya kapasitas produksi dalam industri maka jadwalnya tidak dapat ditepati.”

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Menurut penyelidikan yang dilakukan parlemen, sekitar 160.000 dari 183.000 personel militer Jerman sudah menerima satu pasang “heavy combat boots”. Namun, sepatu kedua belum diterima. Sedangkan yang sudah menerima satu pasang “light combat boots” baru 31.000 personel.

“Sungguh sangat keterlaluan butuh waktu 8 tahun hanya untuk melengkapi prajurit dengan alas kaki baru,” kata Marie-Agnes Strack-Zimmermann, anggota parlemen dari oposisi Demokrat Bebas yang meminta informasi soal sepatu boot itu kepada Kementerian Pertahanan.

“Ini bukan soal fesyen melainkan keselamatan. Bayangkan apabila pertugas pemadam kebakaran harus memadamkan api dengan menggunakan sandal jepit,” ujarnya.

Prajurit selama ini mengeluhkan kualitas dan kenyamanan sepatu boot standar segala musim yang mereka terima. Sebagian bahkan terpaksa membeli sendiri sepatu bootnya, meskipun melanggar aturan tetapi kerap diperbolehkan.

Perpanjangan masa tunggu untuk mendapatkan sepatu tempur baru itu dikritik oleh Komisioner Angkatan Bersenjata Hans-Peter Bartels dalam laporan tahunan terbarunya. Dalam laporannya dia mengatakan bahwa prajurit baru, menurut persepsi prajurit senior, lebih diperlakukan istimewa dalam hal perlengkapan model terbaru. Sedangkan prajurit lama, yang akan mendapatkan model terdahulu bila jatah sepatu datang, merasa seperti prajurit kelas dua. Jadi, masalah sepatu boot ini agak mengikis moral prajurit, kata Bartels.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bootBundeswehrJerman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Gubernur Anies akan Buka Indonesia Muslim Lifestyle Festival
Tulisan selanjutnya PKS: Persoalan Papua Lebih Penting daripada Pindah Ibu Kota

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Berita
14 Juli 2026 17:00
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?