Hidayatullah.com–Seorang pria Libanon yang ditahan di Yunani dengan sangkaan terlibat dalam pembajakan pesawat TWA tahun 1985 telah dilepas, setelah polisi menyadari bahwa merek menangkap orang yang salah.
Dilansir BBC Selasa (24/9/2019),
Mohammed Saleh, 65, ditangkap hari Kamis (19/9/2019) di Mykonos setelah identitasnya terbaca saat pemeriksaan paspor sebagai orang yang dicari oleh aparat Jerman.
TWA Flight 847 disandera oleh sekelompok orang yang diyakini tergabung dengan Hizbullah, tuduhan yang dibantah oleh kelompok teroris Syiah asal Libanon tersebut. Seorang penyelam anggota Angkatan Laut Amerika Serikat dibunuh dalam penyanderaan tersebut.
Mohammed Saleh dilepaskan oleh aparat Yunani pada Senin malam (22/9/2019).
Orang yang memiliki nama sama dicari aparat Jerman karena kasus pembakan pesawat itu serta penculikan yang dilakukan pada tahun 1987, kata Kementerian Luar Negeri Libanon. Akan tetapi nama ayah Saleh tidak sama dengan nama ayah terangka sesungguhnya, kata kementerian kepada AFP.
Seorang penerjemah berbahasa Arab menanyai Saleh, yang kemudian dibebaskan tanpa tuduhan apapun. Dia lalu dipindahkan ke sebuah hotel dan setelah paspornya dikembalikan dia akan terbang ke Beirut lewat Athena, kata Kemenlu Libanon.
Pesawat Trans World Airlines itu sedang menerbangi rute Kairo ke San Diego dengan pemberhentian di Athena, Roma, Boston dan Los Angeles ketika dibajak pada 14 Juni 1985 usai lepas landas dari Athena. Pesawat itu dipaksa mendarat di Beirut, ibukota Libanon.
Pesawat beserta 153 penumpang dan krunya ditawan selama sekitar 17 hari. Sebagian dari mereka diikat dan dipukuli oleh para pelaku pembajakan, yang menuntut pembebasan ratusan orang Syiah Libanon yang ditahan oleh Israel.
Ketika tuntutan mereka tidak dipenuhi, seorang penyelam Angkatan Laut AS berusia 23 tahun bernama Robert Dean Stethem, yang merupakan salah satu sandera, ditembak mati dan mayatnya dibuang ke tarmak di bandara Beirut.
Para pembajak kemudian secara bertahap melepaskan para sandera setelah dilakukan perundingan.
Menurut FBI, sedikitnya empat orang terlibat dalam pembajakan itu. Mohammed Ali Hamadei ditangkap di Jerman pada tahun 1987 dan setelah dibebaskan tahun 2005 dia kembali ke Beirut.
Imad Mughniyeh tewas dalam pemboman tahun 2008 di Damaskus, Suriah, sedangkan Hassan Izz-Al-Din dan Ali Atwa masih buron.
Film The Delta Force tahun 1986 dibuat berdasarkan kisah pembajakan pesawat TWA tersebut.
Mendia Yunani mengatakan orang yang dicari sebenarnya pernah ditangkap di Jerman dua tahun setelah pembajakan, tetapi kemudian ditukar dengan dua warga negara Jerman yang diculik di Beirut.*