Hidayatullah.com—Sedikitnya delapan tentara Afghanistan tewas akibat serangan udara yang dilakukan pasukan Amerika Serikat di Provinsi Logar saat siang hari.
Komandan tentara Afghanistan di daerah tersebut mengatakan kepada BBC bahwa pos pemeriksaan di Logar itu diserang pada saat siang bolong oleh dua helikopter Amerika Serikat. Serangan hari Senin (20/7/2015) tersebut juga melukai sejumlah tentara pemerintah. Ironisnya, pos pemeriksaan itu memasang bendera Afghanistan.
Wartawan BBC di Kabul, David Loyn, mengatakan belum ada konfirmasi bahwa serangan itu dilakukan oleh pasukan asing yang ditempatkan di Afghanistan, meskipun para saksi di tempat kejadian mengatakan demikian.
Pihak Amerika Serikat mengatakan sedang menyelidiki insiden tersebut.
Terdapat sekitar 10.000 pasukan Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya yang ditempatkan di Afghanistan. Peran tempur mereka sekarang terbatas pada pasukan-pasukan khusus, sebab NATO sudah menyatakan mengakhiri misi tempurnya di Afghanistan.
Kematian warga sipil dan personel keamanan Afghanistan akibat serangan pasukan koalisi asing pimpinan AS berulang kali terjadi sejak Washington dan sekutunya menginvasi Afghanistan dengan alasan memerangi terorisme.
Pemerintah Afghanistan dan pegiat HAM internasional berulang kali menyuarakan protes atas serangan-serangan udara AS yang sering merenggut nyawa orang tidak berdosa. Namun serangan-serangan tersebut terus berlanjut hingga sekarang.*