Hidayatullah.com–Polisi di Uganda berencana menggunakan grup WhatsApp untuk memerangi kejahatan di ibu kota Kampala. Hal itu dikemukakan Chief Political Commissar Asan Kasingye seperti dikutip koran The Monitor dan dilansir BBC Senin (28/10/2019).
Bersasarkan usulan kepolisian tersebut, warga akan dimasukkan dalam grup media sosial itu, di mana mereka dapat melaporkan kejahatan secara langsung ke petugas sehingga diharapkan dapat memangkas “waktu respon”.
Sedikitnya 30 rumah dan pabrik diserbu kelompok bersenjata di Kampala dan sekitarnya beberapa pekan terakhir, lapor The Monitor.
Hotel, losmen dan penginapan juga diperintahkan untuk membagikan informasi tentang para tamu mereka setiap hari.
“Anda harus memastikan bahwa pengelola penginapan mendata tamunya setiap pagi dan menyerahkan daftarnya ke kantor polisi terdekat sehingga pihak intelijen dapat mengolahnya,” kata Kasingye.
Informasi itu, kata Kasingye, akan digunakan oleh aparat intelijen untuk memdokumentasikan dengan baik individu yang menginap di suatu daerah tertentu, dari mana asal mereka dan ke mana tujuan mereka selanjutnya.”
Pengamat independen Freedom House dalam laporannya tahun 2018 menyebutkan bahwa nuansa pengintaian sangat terasa meluas di Uganda pada tahun-tahun terakhir.
Awal tahun ini, pemerintah terpaksa membantah klaim yang menyatakan pihaknya meretas grup obrolan politisi oposisi Bobi Wine di WhatsApp.*