Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Umat Hindu India Bersuka Cita, Pengadilan Mengalahkan Masjid Babri untuk Dibangun Sebuah Kuil

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 November 2019 14:33 2:33 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 November 2019 14:33
Bagikan
Kaum Hindu gembira pengadilan mengalahkan Muslim atas Masji Babri yang bersejarah
Bagikan

Hidayatullah.com-Pemerintah India meningkatkan pengamanan di Ayodhya, sebuah kota di India utara, setalah keputusan Mahkamah Agung memenangkan kaum Hindu dan mengalahkan kaum Muslim terkait sengketa Masjid Babri yang direbut gerombolan kelompok Hindu.

Beberapa penduduk bahkan sebelumnya telah menyimpan persediaan makanan, mengantisipasi jika keputusan tersebut memancing kemarahan, kekerasan dan akhirnya berakhir dengan penutupan kota bersejarah tersebut.

Hari Sabtu, Mahkamah Agung memberikan kekalahan pada umat Islam, kutip Reuters, Sabtu (9/11/2019).

Keputusan dalam perselisihan antara kelompok Hindu dan Muslim membuka jalan bagi pembangunan kuil Hindu di lokasi Masjid Babri, di kota utara Ayodhya, desakan yang telah lama didukung oleh Partai Nasionalis Hindu, pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.

Baca:  Muslim Minta Masjid Babri Dibangun Kembali 

Sebuah masjid yang dibangun pada abad 15 Masehi, dikenal sebagai Masjid Babri, telah berada di situs itu hingga 6 Desember, 1992, ketika masjid tersebut dihancurkan oleh ribuan gerombolan Hindu, menyebabkan setidaknya 2000 orang meninggal, mayoritas kaum Muslim.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Gerombolan Hindu mengklaim, Dewa Rama, dewa perang, lahir di lokasi masjid bersejarah itu dan menuduh bahwa Dinasti Mughal pertama, Sultan Zahiruddin Muhammad Babur, penakluk Timur Lenk, yang dikenal mencintai Al-Quran, membangun masjid di atas tanah kuil, sebuah klaim yang banyak dinilai mengada-ada.

Pada Sabtu, lima hakim Konstitusi yang dipimpin oleh Hakim Ketua Ranjan Gogoi juga memperintahkan pemerintah India untuk memberikan dua hektar tanah kepada umat Islam untuk membangun sebuah masjid, dan mengatakan bahwa pembongkaran pada tahun 1992 adalah pelanggaran hukum dan harus diperbaiki.

Mahkamah Agung memerintahkan pemerintah untuk membentuk komite dalam waktu tiga bulan untuk memimpin pembangunan kuil.

Baca: Kashmir Bukanlah tentang Wilayah, Tapi Kemenangan Hindu terhadap Islam

Umat Hindu Bersukacita

Umat Hindu di Ayodhya memuji keputusan itu, dengan banyak yang mengatakan itu menghormati kepentingan umat Hindu dan Muslim.

Beberapa saling memberi selamat di jalan-jalan ketika yang lain meneriakkan “Jai Shree Ram” (Hail Lord Ram), sebuah slogan agama yang dipolitisasi pada awal 1990-an selama Gerakan Kuil Rama, yang menyebabkan pembongkaran Masjid Babri.

“Ini adalah hari bersejarah bagi semua umat Hindu di seluruh dunia dan saya sangat bangga dengan bagaimana Mahkamah Agung menangani seluruh masalah ini. Tidak ada penilaian yang lebih baik daripada ini,” Bharat Das, seorang pendeta Hindu di sebuah kuil di Ayodhya, kata Al Jazeera.

“Saya bahkan menyambut keputusan pengadilan untuk menyediakan tanah pengganti bagi umat Islam. Putusan ini akan memperkuat ikatan antara umat Hindu dan Muslim di negara ini.”

Rajendra Tiwari, yang memiliki toko kecil di kota itu, menyambut keputusan tersebut dengan alasan ekonomi.

“Jika sebuah kuil Ram besar dibangun di Ayodhya, itu akan meningkatkan ekonomi lokal karena lebih banyak wisatawan akan berduyun-duyun ke kota,” katanya. “Ini berarti peluang bisnis yang lebih baik bagi orang-orang seperti saya.

“Ekonomi Ayodhya benar-benar tergantung pada Rama dan jika tidak ada turis, kita tidak akan makan apa-apa.

“Bahkan umat Islam tidak dapat menyangkal fakta itu. Orang-orang di kota ini, terlepas dari agama mereka, harus makmur dan keputusan ini telah melakukan itu.”

Kubu PM Narendra Modi memuji keputusan itu dan menyebutnya “tonggak sejarah.”

“Saya menyambut keputusan pengadilan dan menyerukan kepada semua kelompok agama untuk menerima keputusan itu,” Menteri Dalam Negeri Amit Shah, yang juga presiden BJP, mengatakan di Twitter.

Baca: Laporan AS: Serangan Umat Hindu India Lakukan Kekerasan terhadap Islam

Reaksi umat Islam

Keputusan ini disambut beragam, ada yang menolaknya ada juga perasaan pasrah di kota itu – bahwa umat Muslim tidak punya pilihan selain menerima keputusan pengadilan.

“Kami ingin penutupan dan Mahkamah Agung telah menunjukkan jalan kepada kami. Kami tidak memiliki masalah jika Ram Mandir dibangun di sana, tetapi kami akan lebih bahagia jika pengadilan menentukan tempat di mana masjid akan dibangun,” kata Babu Bhai, seorang anggota Komite Resolusi Warga Masjid Babri.

Zafaryab Jilani, pengacara mewakili kelompok Muslim, Dewan Wakaf Sunni, menentang keputusan tersebut dan mengatakan dewan akan bertemu kemudian untuk memutuskan apakah akan mengajukan banding.

“Kami menghormati pengadilan tertinggi, kami menghormati putusan, tetapi kami tidak puas dengan ini,” katanya. “Ada banyak kontradiksi dalam putusan. Lima hektar tidak memiliki nilai. ”

“Ini bukan keadilan,” kata pengacara kelompok itu, Zafaryab Jilani dikutip Indiantoday.

Sementara ada penduduk yang memilih aman saja.

“Lima generasi kami telah menyaksikan begitu banyak permusuhan karena perselisihan ini dan jika ini adalah bagaimana pengadilan seharusnya ditangani, kami menyambutnya,” kata Akram Khan.

Kelompok radikal Hindu India makin meningkat setelah partai nasionalis Hindu, Partai Bharatiya Janata (BJP) menguasai parlemen tahun 2004.  Di bawah Perdana Menteri India Narendra Modi, kehidupan kaum Muslim banyak mengalami diskriminasi, termasuk setelah pencaplokan wilayah Jammu dan Kashmir.*/Nashirul Haq AR

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HinduIndiakuil hinduMasjid BabriNarendra ModiPartai Bharatiya Janata
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya World Zakat Forum: Mengoptimalkan dana untuk mengurangi kemiskinan
Tulisan selanjutnya Rakyat Jerman Berpesta di Gerbang Brandenburg Peringati Jatuhnya Tembok Berlin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara

Berita
31 Mei 2026 05:45
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?