Hidayatullah.com–Sekitar 200 orang warga desa hari Sabtu (18/1/2020) berkumpul di desa Grünheide, sebelah timur Berlin, untuk memprotes pembabatan hutan yang akan dijadikan lokasi pabrik mobil listrik Tesla.
Anggota-anggota parlemen negara bagian Bradenburg memberikan lampu hijau kepada Tesla untuk membeli 300 hektat lahan hutan pada 9 Januari. Tesla Gigafactory 4 akan memproduksi sampai 500.000 unit setiap tahun mobil Model 3, kendaraan Y dan model lainnya, menurut perusahaan asal Amerika Serikat itu.
Tesla memgatakan pembangunan pabriknya dijadwalkan dimuai semester pertama 2020, dengan mobil pertama masuk assembly line mulai Juli 2021. Harga properti itu €41 juta. Jajaran pemimpin Tesla masih harus meneken kesepakatannya.
Polisi setempat mengatakan sekitar 30 orang melakukan kontrademonstrasi, hari Sabtu (18/1/2020) guna memberikan dukungan kepada Tesla, lansir DW.
Kantor berita DPA melaporkan terjadi adu mulut antara kedua kubu ketika mereka berpapasan.
Koran Berlin Der Taggesspiegel belum lama ini sudah diturunkan guna mencari sisa bom Perang Dunia Kedua.
Pendiri Tesla, Elon Musk, mengatakan dirinya berharap pembangunan pabrik mobil itu tidak tertunda seperti yang dialami proyek bandara Berlin-Bradenburg.
Wilayah Bradenburg, yang mengelilingi wilayah ibukota Berlin, berharap keberadaan Tesla akan membawa ribuan pekerjaan berkualitas tinggi ke daerah itu. Seperti halnya banyak bekas wilayah negara Jerman Timur, perekonomian di daerah itu tertinggal dibanding wilayah Jerman lainnya.*