Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Luxembourg Negara Pertama yang Gratiskan Trasportasi Umum untuk Semua

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Maret 2020 20:23 8:23 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Maret 2020 20:23
Bagikan
Trem di Luxembourg.
Bagikan

Hidayatullah.com—Luxembourg menjadi negara pertama di dunia yang menggratiskan teansportasi umum untuk rakyatnya, pendatang dan pelancong.

Negara kecil tetapi kaya raya itu memberlakukan tiket gratis transportasi umum guna memotivasi warganya –serta 214.000 komuter asing harian– agar mengubah perilaku mereka di negara berbukit-bukit yang dihimpit Jerman, Belgia dan Prancis itu.

Bepergian dengan bus, kereta dan tram sudah digratiskan setiap hari Sabtu, tetapi sekarang semuanya setiap hari bebas biaya.

Hasil penjualan tiket hanya mendulang €41 juta atau 8% saja dari anggaran tahunan Luxembourg untuk transportasi yang mencapai €500 juta.

Transportasi publik sekarang akan didanai dari uang pajak yang dimasukkan ke dalam anggaran negara. Itu artinya, kata Menteri Transportasi Francois Bausch, warga dapat berhemat, terutama warga berpendapatan rendah.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Skema ini berlaku untuk penduduk, komuter pelintas batas dan juga turis,” kata Kementerian Transportasi seperti dilansir DW Sabtu (29/2/2020).

“Anda tidak lagi memerlukan tiket untuk naik bus, kereta atau tram manapun di negeri ini,” kata konsorsium transportasi publik Luxembourg hari Sabtu, seraya menambahkan, “ Komuter dari negara-negara tetangga akan diuntungkan dengan pengurangan tarif.”

Meskipun demikian publik diperingatkan bahwa transportasi gratis itu hanya berlaku di dalam wilayah Luxembourg. Apabila orang ingin melintasi perbatasan, maka harus membeli tiket untuk perjalanan di luar negara kerajaan kecil itu. Tiket juga diberlakukan bagi penumpang kereta kelas satu.

Untuk membasmi kemacetan, Luxembourg pada tahun 2017 membangun seksi pertama layanan tram dari ibu kota yang berada di bagian selatan ke bandara yang terletak di bagian utara negara itu.

Untuk mengantisipasi peningkatan perjalanan, negara itu membangun tempat-tempat parkir terutama di sekitar perbatasan, dan membuat rute lingkar yang saling terhubung di wilayahnya yang hanya seluas 2.586 kilomter persegi itu.

Tidak tanggung-tanggung, untuk membangun jalur transportasinya saja pemerintah menyiapkan dana 4 miliar euro untuk mengantisipasi kenaikan 20% mobilitas publik yang dibutuhkan pada tahun 2025. Angka itu sama dengan €600 perwarga Luxembourg pertahun untuk transportasi kereta saja.

Hasil survei tahun 2018 oleh TNS Ilres menunjukkan bahwa mobil di Luxembourg 47% dipakai untuk kepentingan perjalanan bisnis dan 71% untuk transportasi hiburan atau keperluan remeh-temeh.

Pada tahun 2030 diharapkan transportasi publik di negara itu sudah menggunakan energi listrik seluruhnya.

Luxembourg berdasarkan luas wilayahnya memang negara anggota Uni Eropa paling kecil. Namun, di sana terdapat salah satu badan UE, yaitu European Court of Justice, yang stafnya setiap hari pulang-pergi dari negara-negara tetangga seperti Jerman, Prancis dan Belgia.

Kerajaan kecil berpenduduk 614.000 jiwa yang kebanyakan tergolong memiliki gaji tinggi, saat ini mengalami pertambahan penduduk yang cukup cepat. Hampir setengah penduduknya adalah orang asing, termasuk residen berkewarganegaraan Portugal yang mencakup 18% dan Prancis 13%.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pesawat Tempur Assad Ditembak Jatuh di Idlib
Tulisan selanjutnya Wantim MUI Minta Pemerintah Indonesia Merespons Kekejaman Terhadap Muslim India

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?