Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Malaysia Tutup Perbatasan, Warga Singapura Panik Belanja

Ama Farah
Terakhir diupdate: 17 Maret 2020 15:08 3:08 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 17 Maret 2020 15:08
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Warga Singapura bergegas memborong makanan hari selasa (17/3/2020) karena khawatir terjadi kelangkaan barang setelah Malaysia mengumumkan penutupan perbatasannya guna meredam penyebaran coronavirus. Warga tetap panik meskipun pemerintah Singapura mengatakan tidak akan terjadi kekurangan pasokan barang.

PM Muhyiddin Yassin hari Senin mengumumkan bahwa Malaysia akan menutup perbatasan, membatasi pergerakan orang di dalam negeri, menutup sekolah, perguruan tinggi dan bisnis, setelah angka infeksi coronavirus naik ke angka 553, yang tertinggi di Asia Tenggara.

Muhyiddin mengatakan kebijakan itu mulai berlaku hari Rabu dan akan berlangsung selama dua pekan.

Malaysia merupakan sumber bahan makanan Singapura, yang mengimpor lebih dari 90% kebutuhannya. Puluhan ribu orang Malaysia setiap harinya mondar-mandir ke negara kecil kaya raya itu untuk bekerja di berbagai bidang usaha, mulai dari restoran hingga manufaktur semikonduktor.

Antrean panjang di sejumlah toko di Singapura terlihat sejak hari Selasa pagi, mirip dengan kepanikan belanja satu bulan lalu ketika singapura menaikkan level kewaspadaannya berkaitan wabah coronavirus.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Sejauh ini Singapura mengkonfirmasi 243 kasus infeksi, tetapi belum ada korban jiwa.

Jaringan supermarket Fairprice memberlakukan pembatasan pembelian barang kebutuhan sehari-hari seperti tisu toilet, mie, beras dan telur.

Seorang pembeli di pasar lain mengatakan kepada Reuters bahwa ayam dan daging babi sudah ludes dan harga sebagian sayuran meroket.

Menteri Perdagangan dan Industri Chan Chun Sing berusaha menenangkan kepanikan warga dengan mengatakan bahwa negara memiliki stok protein dan sayuran untuk lebih dari dua bulan konsumsi normal. Stok mie dan beras cukup untuk tiga bulan.

“Kami memiliki rencana untuk mengatasi keadaan ini, dengan kombinasi antara penimbunan, peningkatan kapasitas produksi domestik, serta penganekaragaman sumber suplai ke banyak negara,” kata Chan.

“Sementara kami harus melakukan sejumlah penyesuaian atas pilihan yang ada, kami memiliki suplai makanan yang cukup untuk seluruh rakyat Singapura, asalkan kita berbelanja secara bijak,” ujarnya kepada para reporter seperti dikutip Reuters.

Penjual ayam Wing Hong mengatakan akan membuka usahanya lebih lama karena permintaan luar biasa tinggi. Penjual ikan Anwar, yang setiap hari wira-wiri ke Singapura dari Malaysia, mengatakan bahwa penjualannya naik 70%. Namun, pria itu tidak yakin apakah dia masih bisa berjualan ke Singapura pada hari Rabu, ketika perbatasan ditutup.

Malaysia dan Singapura, yang memisahkan diri pada tahun 1965 setelah sempat menjadi satu negara menyusul kemerdekaannya dari Inggris, memiliki hubungan ekonomi yang sangat erat. Seiktar 300.000 orang setiap hari melintasi pos pemeriksaan perbatasan darat dan selat yang memisahkan kedua negara.

Sebagian perusahaan Singapura membuat rencana agar pekerjanya yang berasal dari Malaysia tetap bisa bekerja di negara kota itu selama perbatasan ditutup.

“Saya menduga sebagian orang akan tinggal di Singapura selama dua pekan sedangkan orang-orang seperti saya tidak perlu melakukannya. Saya melihat orang-orang membawa koper pagi ini,” kata Zuwainah Hashim, warga Malaysia yang setiap hari pergi bekerja di sebuah perusahaan semikonduktor ternama di Singapura.

Perusahaan-perusahaan yang membutuhkan akomodasi untuk pekerjanya dapat menghubungi instansi pemerintah terkait, yang akan mengaturnya bersama para pengelola asrama dan penginapan, kata Chan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronavirusPaniksingapura
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Teladan Sahabat Umar dan Amr bin Al-Ash saat Wabah Tho’un Amwas
Tulisan selanjutnya Kowantara Imbau Pedagang Warteg Jaga Kebersihan dan Kesehatan Cegah Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?