Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Tunisia Isolasi 150 Pekerja di Pabrik untuk Membuat 50.000 Masker Sehari

Ama Farah
Terakhir diupdate: 28 Maret 2020 12:24 12:24 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 28 Maret 2020 11:27
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Buruh di sebuah pabrik di Tunisia tekun bekerja untuk menghasilkan 50.000 masker bedah perhari, setelah memilih untuk menjalani lockdown di tempat kerja.

Sebanyak 150 pekerja, kebanyakan perempuan, sudah mengisolasi diri selama satu bulan di pabrik.

Hal itu dilakukan dengan dorongan patriotisme sementara negara sedang menghadapi wabah coronavirus, kata manajer mereka Hamza Alouini kepada BBC Jumat (27/3/2020).

Salah satu pekerja, Khawla Rebhi, mengaku sangat rindu dengan keluarganya. Namun, keceriaan teman-temannya cukup menjadi kompensasi dan menghibur dirinya.

“Suami dan putri saya yang berusai 16 tahun mendukung dan mendorong saya untuk melakukan ini,” kata Rebhi, yang bertangung jawab atas lini produksi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pabrik itu biasanya menjual produk perlengkapan proteksi medisnya ke luar negeri, tetapi sekarang fokus untuk mencukupi kebutuhan sektor kesehatan di dalam negeri.

Negara di Afrika Utara itu, yang memberlakukan lockdown sejak Ahad (22/3/2020), memiliki 227 kasus coronvirus terkonfirmasi dan 6 pasien meninggal pekan lalu.

Termasuk yang “menginap” di pabrik yang terletak di kawasan pedesaan di selatan ibu kota Tunis itu sejak sepekan lalu adalah beberapa tukang masak, seorang dokter dan seorang apoteker.

Di sana terdapat asrama terpisah untuk 110 wanita dan 40 pria, dengan suplai makanan cukup untuk satu bulan.

“Kami menyediakan tempat untuk berbagai macam olahraga dan menari untuk kaum wanita, dan tempat untuk sepakbola dan basket bagi kaum pria,” kata Rebhi.

“Dan kami semua bisa mengakses internet dan video chat dengan keluarga kami ketika tidak bekerja.”

Dia menjelaskan pabrik beroperasi dari pukul 06:30 sampai 22:30 dengan dua shift 8 jam kerja setiap hari. Kaum Adam biasanya bekerja di shift kedua.

Alouini mengatakan pekerja perlu diisolasi dipabrik sebab apabila virus menyebar di kalangan karyawan, mereka tidak bisa memenuhi produksi masker dan perlengkapan pelindung yang dibutuhkan para dokter dan tenaga medis di negara itu semasa wabah Covid-19.

“Apabila kami tidak bekerja, maka dokter-dokter tidak akan terlindungi dari virus,” kata Alouini kepada BBC dalam program radio Focus on Afrika.

Rebhi mengatakan, meskipun semangat patriotisme memberikan semangat dan harapan kepada para karyawan untuk terus bekerja, tetapi mereka tidak membantah kalau mereka juga khawatir akan tertular Covid-19.

“Saya melihat bagaimana pemerintah-pemerintah kewalahan mengatasi wabah itu di Eropa dan tempat lainnya, dan saya penasaran bagaimana sebuah negara seperti Tunisia akan menanganinya.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:coronavirusmaskertunisia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sejuta Lebih Masker N95 Menumpuk di Gudang Departemen Keamanan Dalam Negeri AS
Tulisan selanjutnya Sikap Kita pada Fatwa Ulama: Memahami Bukan Memaki

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?