Hidayatullah.com—Seorang aktivis terkemuka anti perdagangan khat di Somalia mengatakan bahwa larangan sementara jual-beli herba narkotika itu telah menghemat uang konsumen di ibu kota Mogadishu lebih dari $3 juta dalam kurun seminggu lebih sedikit.
Abukar Awale giat menyeru agar larangan perdagangan khat dilarang permanen, menyebut konsumsi meluas daun berefek narkotika itu oleh para lelaki Somalia merupakan bencana nasional, lansir BBC Jumat (27/3/2020).
Larangan tersebut diberlakukan sejak pekan lalu, bersamaan dengan penghentian penerbangan dari dan ke Mogadishu guna meredam penyebaran coronavirus penyebab Covid-19.
Somalia setiap hari mengimpor berton-ton daun khat yang kebanyakan didatangkan dari Kenya.
Konsumsi daun yang menimbulkan efek “melayang” seperti ganja itu ilegal di banyak belahan dunia.*