Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Jumlah Kematian Akibat Corona di AS Bisa Melebihi 200.000 Orang

Ahmad
Terakhir diupdate: 31 Maret 2020 09:36 9:36 am
Ahmad
Dipublikasikan 31 Maret 2020 09:36
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com- Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular, Anthony Fauci, memperkirakan dalam sebuah wawancara media nasional bahwa pandemi virus corona (Covid-19) dapat menyebabkan 100.000 hingga 200.000 kematian di Amerika Serikat (AS). Dia memperingatkan hal tersebut ketika melihat New York, New Orleans, dan kota-kota besar lainnya mengatakan mereka akan mulai kehabisan pasokan medis.

Tetapi Fauci, yang juga sebagai senior gugus tugas Covid-19 Presiden Donald Trump, dengan cepat menambahkan pernyataannya bahwa dia tidak ingin hal itu terjadi. Sebagai perbandingan, flu telah membunuh antara 12.000 dan 61.000 orang Amerika per tahun, sejak 2010. Sedangkan menurut Pusat Pengendalihan Penyakit Menular (CDC), pandemi flu yang terjadi tahun 1918-1919 menewaskan 675.000 orang di AS.

Korban virus corona di AS mencapai 2.300 pada hari Ahad (29/3), setelah kematian pada hari Sabtu dengan jumlah lebih dari dua kali lipat dari dua hari sebelumnya. AS kini telah mencatat lebih dari 130.000 kasus, yang menjadikannya terbanyak di antara negara mana pun di dunia.

Negara bagian New York melaporkan hampir 60.000 kasus dan total 965 kematian pada hari Minggu. Angka tersebut naik 237 dalam 24 jam terakhir dengan satu orang meninggal di New York setiap enam  menit.

Dokter Craig Smith, yang mengepalai departemen bedah di Columbia University Medical Center, mengatakan Kota New York akan membutuhkan ratusan ventilator lagi dan masker wajah dalam beberapa hari kedepan. Sedangkan negara bagian New Orleans akan kehabisan ventilator dalam waktu dekat ini.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Gubernur negara bagian Michigan, Gretchen Whitmer, yang negaranya telah menjadi salah satu daerah dengan perkembangan virus yang cepat, terutama di daerah yang termasuk Detroit, menyebut penyebaran cepat itu seperti usus yang disayat. “Kami memiliki perawat yang memakai masker yang sama dari awal shift mereka sampai akhir,” katanya dilansir dari Al-Jazeera, Senin (30/3/2020).

“Masker itu seharusnya untuk satu pasien pada satu shift saja. Kami membutuhkan bantuan dan kami juga akan membutuhkan ribuan ventilator,” tambahnya.

Pada hari Sabtu (28/3), Pusat CDC AS memperingatkan penduduk New York, Connecticut, dan New Jersey untuk tidak melakukan perjalanan domestik yang tidak penting selama 14 hari. Hal itu dilakukan karena pengujian virus corona masih sangat sedikit, meskipun Gedung Putih menjanjikan akan melakukan tes cepat yang lebih meluas ke seluruh negara bagian AS.

WHO

Peneliti Johns Hopkins University, yang telah melacak penyebaran virus, mengatakan jumlah kasus global sekarang setidaknya 755.591.

Korban kematian global melewati 37.000, menurut data yang dikumpulkan oleh Universitas Johns Hopkins. Lembaga itu mengatakan telah menghitung 745.308 kasus yang dikonfirmasi di seluruh dunia, sementara setidaknya 156.875 orang telah pulih.

Sementara itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, jumlah kematian akibat COVID-19 telah meningkat menjadi 30.105 secara global hingga Ahad (29/3/220). Total 638.146 kasus COVID-19 telah dilaporkan di seluruh dunia, dengan 555.790 kasus di antaranya dilaporkan di luar Cina. Amerika Serikat sendiri melaporkan 103.321 infeksi COVID-19, menurut laporan WHO.

Selain itu, negara-negara yang terkena dampak paling parah dengan masing-masing lebih dari 50.000 kasus, yakni Italia, Spanyol dan Jerman, telah melaporkan total hampir 220.000 infeksi per Ahad sore.  Di Eropa, pusat pandemi COVID-19 dunia, lebih dari 20.000 pasien telah meninggal dunia, dengan 2.753 kematian dilaporkan dalam 24 jam terakhir hingga Minggu pagi, menurut laporan situasi harian WHO.

 

Jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 per 24 jam di Eropa telah menembus 36.000 selama tiga hari berturut-turut, kata laporan itu. Laporan yang sama juga menunjukkan bahwa total 148 negara dan wilayah telah melaporkan transmisi lokal COVID-19.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:covid-19jumlah korbanKematianvirus coronaWHO
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya DPR: Darurat Sipil Tidak Diperlukan Hadapi Virus
Tulisan selanjutnya Batal UN, Bagaimana Kualitas Pendidikan Indonesia?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?