Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemberontak Syiah al Houthi Eksekusi Mati Empat Jurnalis di Yaman

Insan Kamil
Terakhir diupdate: 12 April 2020 15:15 3:15 pm
Insan Kamil
Dipublikasikan 12 April 2020 15:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com— Sebuah ‘pengadilan di bawah pemberontak al-Houti’ (Hutsi) di Yaman kemarin menjatuhkan hukuman kepada empat wartawan karena tuduhan pengkhianatan, kata seorang pengacara para wartawan, Abdel-Majeed Sabra. Pemberontok Syiah al-Houthi adalah kelompok bersenjata yang didukung Iran.

Seorang pejabat yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada AFP bahwa pengadilan yang dikelola pemberontak itu ‘menghukum empat wartawan karena dituduh melakukan pengkhianatan dan kegiatan mata-mata’. Bagaimanapun Pemerintah Yaman tidak mengaku dan mengutuk keputusan ‘pengadilan pemberontak’.

“Kami mengutuk keras hukuman mati sebagai tidak sah dalam persidangan yang gagal memenuhi standar minimum keadilan dan integritas,” kata Menteri Informasi, Moammar Al-Eryani, mengatakan melalui akun Twitter.

Keempat wartawan itu dituduh “berkolaborasi dengan musuh”, yang berarti bekerja sama dengan koalisi pimpinan Saudi yang telah memerangi pemberontak, kata Abdel-Majeed Sabra mengatakan kepada Associated Press (AP). Sabra mengidentifikasi empat yang dijatuhi hukuman mati tersebut sebagai Abdel-Khaleq Amran, Akram al-Walidi, Hareth Hamid dan Tawfiq al-Mansouri.

Pemberontak al Houthi merebut Ibu Kota Sanaa dari pasukan pemerintah pada 2014. Hal ini telah mendorong intervensi militer gabungan Negara Arab yang dipimpin oleh Saudi pada tahun berikutnya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Perang yang sedang berlangsung telah menelan korban puluhan ribu jiwa. Di samping itu telah menyebabkan negara termiskin di dunia Arab  itu menghadapi bencana kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai yang terburuk di dunia.

Tahun lalu Amnesty International meminta Houthi untuk membebaskan orang-orang itu, yang merupakan bagian dari kelompok yang ditahan pada 2015 dan ditahan selama empat tahun. Para wartawan menderita pemukulan dan ditahan di sel isolasi, kata kelompok hak asasi itu.

“Orang-orang ini dihukum karena secara damai menggunakan hak mereka untuk kebebasan berekspresi,” kata Amnesty.

Sembilan dari mereka ditangkap dalam penggerebekan di sebuah hotel di Sanaa. Sementara satu orang ditahan di rumah oleh militant al-Houthi.

“Wartawan, pembela hak asasi manusia, para penentang politik dan minoritas agama termasuk di antara mereka yang bisa didakwa dengan pengadilan tidak adil atas tuduhan palsu atau rekayasa pengadilan ini,” kata Amnesty dikutip AFP. Tuduhan mata-mata juga bisa membawa pada hukuman berdasarkan hukum di Yaman.

Pengadilan di ibu kota yang dikuasai pemberontak, Sanaa, menghukum keenam wartawan lainnya atas tuduhan “menyebarkan berita palsu dan desas-desus” untuk membantu koalisi yang dipimpin Saudi. Namun memerintahkan pembebasan mereka setelah waktu bertugas, kata Sabra.

Sabra mengatakan Houthi tidak mengizinkan pengacara untuk menghadiri persidangan.

Kelompok-kelompok HAM menuduh semua pihak dalam konflik empat tahun, termasuk koalisi dan pemerintah Yaman, melakukan penahanan sewenang-wenang. Konflik itu, yang dilihat secara luas di wilayah tersebut sebagai perang proksi antara Arab Saudi dan Iran, telah menewaskan puluhan ribu orang dan mendorong Yaman ke ambang kelaparan, kutip Middle East Eye.*

Redaktur: Insan Kamil
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Houthikonflikyaman
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya YLKI Minta Cabut Permenhub yang Dibuat Luhut
Tulisan selanjutnya 11 Pasien Baru Sembuh, Total 57 Orang di Palestina Pulih dari Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?