Hidayatullah.com | Arab Saudi telah melarang situs web Anadolu Agency, menurut media lokal dan aktivis Saudi yang dikutip dari Anadolu Agency, Senin (13/4/2020).
Surat kabar Al-Marsad yang bermarkas di Saudi mengatakan pada hari Sabtu (11/4/2020) bahwa mereka “tahu dari sumbernya bahwa banyak portal media Turki telah diblokir.”
“Salah satu portal media yang diblokir ini adalah Anadolu Agency,” klaim surat kabar itu.
“Situs web resmi Anadolu Agency diblokir di kerajaan itu,” kata Saudi News 50, akun Twitter tidak resmi yang didedikasikan untuk berbagi informasi yang baru terkait Saudi.
Pengguna Twitter Saudi, termasuk portal media, jurnalis dan tokoh masyarakat terkenal, membenarkan pemblokiran versi Arab situs Anadolu Agency di Saudi atas keputusan Kementerian Media.
Beberapa dari pengguna ini menerbitkan foto-foto email dari kementerian Saudi, mereka mengatakan bahwa “situs web diblokir karena melanggar peraturan kementerian.”
Sampai hari Senin, Arab Saudi masih belum mengeluarkan pengumuman resmi.
Wartawan Khalaf Al-Dossary, anggota Asosiasi Pers Saudi, mengatakan dalam tweetnya bahwa ada “konfirmasi pemblokiran Anadolu,” dengan video yang menunjukkan pemberitahuan kementerian.
Minggu lalu Anadolu Agency memperingati 100 tahun umur media mereka saat diluncurkan secara resmi pertama kali pada 6 April 1920.
Pada kesempatan ini, banyak peneliti dan kolumnis politik dari negara-negara Arab memuji penyedia berita global Turki karena liputan profesional dan etisnya, menilai keinginan agensi untuk bersikap objektif.*