Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pemerintah Erdogan Akan Buat Aturan Baru Sebelum Akhiri Status Darurat

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Juli 2018 17:31 5:31 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Juli 2018 17:31
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Pemerintah Turki menyiapkan sejumlah peraturan baru untuk periode setelah diakhirinya status negara dalam keadaan darurat dan mengirimkannya ke parlemen untuk mendapat persetujuan.

Dilansir Hurriyet Selasa (17/7/2018), wakil ketua partai pemerintah AKP Bülent Turan hari Senin mengatakan kepada para reporter bahwa status darurat di Turki akan dicabut pada tanggal 18 Juli, tetapi “pertempuran melawan terorisme tidak akan terganggu.”

Turan mengatakan pemerintah sudah mengirim rancangan peraturan baru itu ke seluruh partai politik sebelum menyerahkannya ke kantor ketua parlemen.

Menurut RUU, kantor-kantor pemerintah daerah diberi kekuasaan untuk membatasi orang yang akan keluar-masuk ke sejumlah tempat di wilayanya provinsinya jika dianggap orang bersangkutan akan “mengganggu ketertiban umum.”

RUU itu juga memperluas alasan bagi pemerintah melarang demonstrasi.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pemerintah Turki pimpinan Presiden Erdogan menyatakan negara dalam keadaan darurat pada 20 Juli 2016 menyusul upaya kudeta yang ditudingkan kepada pengikut tokoh Muslim Fethullah Gulen –yang diberi cap oleh pemerintah sebagai kelompok teroris FETO. Pada 18 April pemerintah Erdogan memperbarui status itu untuk yang ketujuh kalinya.

  • Presiden Erdogan: Kami akan Terus Buru FETO di Mana Pun Berada
  • Tuduh koleganya Gulenis, Peneliti di Univ Osmangazi Bunuh 4 Staf

Pada 16 Juli Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul mengatakan status itu akan berakhir dalam beberapa hari. Meskipun demikian, imbuh Gul, bukan berarti hal itu akhir dari perang melawan terorisme.

“Pertempuran paling gigih dan sungguh-sungguh terhadap semua bentuk terorisme, khususnya Fethulahist Terrorist Organization (FETO), akan terus berlanjut hingga titik terakhir,” kata Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul dalam pidatonya di International Struggle Against Coup and 15 July Symposium yang digelar di Istanbul hari Senin (16/7/2018).

Gul juga memuji usaha aparat hukum untuk menyeret para pelaku kudeta ke meja hijau.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Seratus Tahun Nelson Mandela, Seperti Apa Afrika Selatan Sekarang
Tulisan selanjutnya Lebih Dua Ribu Terdakwa Kudeta Juli 2016 di Turki Sudah Diadili

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?