Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Coronavirus: MSF dan SOS Mediterranee Pecah Kongsi dalam Misi Penyelamatan Migran

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 April 2020 16:05 4:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 April 2020 16:05
Bagikan
Kapal Aquarius milik SOS Mediterranee penyelamat migran di Laut Mediterania..
Bagikan

Hidayatullah.com—Kelompok bantuan medis Médecins Sans Frontières (MSF) atau Doctors Without Borders telah mengakhiri misi penyelamatan migran di Laut Mediterania (Laut Tengah), demikian diumumkan organisasi asal Prancis itu hari Jumat (17/4/2020), menyusul ketidaksepahaman dengan mitranya SOS Mediterranee tentang bagaimana melanjutkan operasi mereka di tengah pandemi Covid-19.

MSF mengatakan berharap bisa melanjutkan operasinya meskipun sejumlah negara Uni Eropa tidak mengizinkan para migran yang diselamatkannya dari laut untuk mendarat di wilayah mereka dengan alasan khawatir penularan coronavirus.

Sementara itu, SOS Mediterranee mengatakan akan menangguhkan misi penyelamatannya “sampai keadaannya memungkinkan kami untuk kembali bekerja dengan aman.” Pihaknya mengatakan menghormati keputusan yang diambil MSF.

“Meskipun Doctors Without Borders dan SOS Mediterranee sepakat tentang pentingnya pekerjaan penyelamatan nyawa di laut kami, tetapi SOS Mediterranee berpendapat negara-negara anggota Uni Eropa harus lebih dulu memberikan jaminan yang lebih besar soal keamanan berlabuh sebelum aksi penyelamatan dapat dilanjutkan,” kata Annemarie Loof, direktur operasi penyelamatan di laut MSF.

Akan tetapi bagi MSF, adalah kewajiban kemanusian untuk bertindak segera, dengan atau tanpa jaminan, imbuh Loof, seperti dilansir DW.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kedua organisasi itu mulai bermitra dalam operasi penyelamatan migran di Laut Mediterania sejak 2016. Mereka mengklaim sudah menyelamatkan lebih dari 30.000 orang. Kapal penyelamat yang biasa mereka pakai, Ocean King, untuk sementara ditambatkan di kota pelabuhan Marseille, Prancis, untuk sementara waktu.

Direktur Umum SOS Mediterranee Sophie Beau mengatakan kepada kantor berita Prancis AFP bahwa wabah coronavirus sekarang ini artinya syarat “kondisi aman bagi kru dan individu yang diselamatkan tidak lagi dapat dipenuhi.”

SOS Mediterranee mengatakan akan melanjutkan operasi mereka “sesegera mungkin,” bahkan meskipun tanpa MSF.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pakar: Mustahil Inggris Bisa Lakukan 100.000 Tes Covid-19 Setiap Hari
Tulisan selanjutnya MUI Gandeng BKPRMI Salurkan Bantuan Satgas Covid-19

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?