Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pakar: Mustahil Inggris Bisa Lakukan 100.000 Tes Covid-19 Setiap Hari

Ama Farah
Terakhir diupdate: 20 April 2020 16:00 4:00 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 20 April 2020 15:59
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Target pemerintah Inggris untuk melakukan tes Covid-19 sebanyak 100.000 setiap harinya pada akhir April mendapat kritikan tajam dari ilmuwan-ilmuwan senior.

Sekretaris Kabinet Michael Gove hari Ahad (19/4/2020) mengatakan bahwa pemerintah yakin target tes Covid-19 setiap hari 100.000 akan dicapai pada akhir April ini.

Akan tetapi keraguan muncul, sebab pada hari Sabtu saja hanya 21.626 tes yang sanggup dilakukan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Paul Hunter, seorang profesor kedokteran di University of East Anglia, mengatakan target pemerintah itu mustahil. “Saya tidak melihat itu akan tercapai,”ujarnya seperti dikutip The Guardian. Menurutnya, target itu dibuat hanya ditujukan untuk mendapatkan sorotan media.

“Tingkat inkompetensi dalam pelaporan tes tersebut sangat keterlauan,” kata Prof Sheila Bird, yang dulu pernah menjadi bagian dari unit biostatistik Medical Research Council di University of Cambridge.

Menurut ilmuwan wanita itu, ketidakjelasan data tentang berapa banyak tes yang dilakukan terhadap pasien di rumah sakit, pekerja-pekerja yang kritis tertular wabah besarta keluarga mereka, menjadikan ilmuwan sulit untuk secara akurat memetakan status wabah di wilayah Inggris. Idealnya laporan tentang tes yang dilakukan untuk setiap kelompok dibedakan, mengingat jumlah tes yang harus dilakukan terhadap masing-masing kelompok berbeda. Contoh, seorang pasien di rumah sakit pada umumnya harus melalui tiga kali tes dalam kurun beberapa pekan, yaitu tes positif di awal, kemudian tes negatif, lalu tes negatif lagi untuk memastikannya sudah benar-benar terbebas dari coronavirus.

“Pelaporan berapa jumlah tes yang dilakukan hanyalah memenuhi kebutuhan politik saja, bukan kepentingan ilmiah (untuk mengetahui kondisi wabah sesungguhnya, red),” kata Bird.

Bill Hanage, seorang pakar epidemiologi Inggris yang berbasis di Oxford, mengatakan walaupun jika target 100.000 tes tercapai hal itu tidak relevan untuk mengukur kelayakan tes Covid-19 yang dilakukan di Inggris.

Lebih lanjut Hanage mengatakan bahwa dari data-data yang pernah dilihatnya menunjukkan Inggris masih jauh dari “cukup” dalam melakukan tes coronavirus.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) berulang kali mendesak pemerintah negara-negara yang terjangkit coronavirus agar melakukan tes sebanyak mungkin dan melakukan pelacakan terhadap sumber penularan. Dua hal itulah yang cukup berhasil dilakukan Singapura dan Korea Selatan, sehingga mereka mampu meredam penyebaran Covid-19.

Inggris pada awal Maret mengabaikan tes terhadap penduduknya dan juga mengabaikan pelacakan sumber penularannya, ketika wabah merebak dengan cepat di wilayahnya. Namun, Menteri Kesehatan Matt Hancock hari Jumat mengatakan bahwa pelacakan akan dilakukan kembali dengan bantuan aplikasi dalam ponsel pintar seperti yang diajukan NHS, otoritas kesehatan publik di Inggris.

Para pakar mengatakan, data persebaran Covid-19 yang dapat diandalkan itulah yang diperlukan bagi pemerintah untuk dapat melonggarkan pembatasan-pembatasan yang diberlakukan terhadap masyarakat, sehingga kehidupan dapat berjalan normal kembali.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Satgas MUI Salurkan Ratusan Bantuan ke Warga Terdampak Covid-19
Tulisan selanjutnya Coronavirus: MSF dan SOS Mediterranee Pecah Kongsi dalam Misi Penyelamatan Migran

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bom di terowongan tewaskan tentara Israel
Berita

Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Berita
1 Juni 2026 15:00
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Terbaru

  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?