Hidayatullah.com—Prancis melarang penjualan online produk nikotin dan membatasi penjualannya di apotek, setelah ada peneliti yang mengatakan nikotin kemungkinan memiliki peran dalam melawan coronavirus.
Peraturan baru itu mencakup produk seperti permen karet nikotin dan koyo (plester) nikotin, yang biasa dipergunakan orang untuk membantu menghentikan kebiasaan merokok.
Pekan lalu, data dari sebuah rumah sakit di Paris mengindikasikan bahwa perokok secara statistik tidak banyak yang dilarikan ke rumah sakit karena Covid-19.
Pemerintah Prancis mengatakan orang hanya diperbolehkan membeli produk itu untuk kebutuhan maksimal satu bulan. Pembelian hanya dapat dilakukan langsung di apotek dan data pembelinya dicatat.
Tujuan dari kebijakan ini adalah untuk mencegah orang menggunakan produk nikotin terlalu banyak di tubuh mereka dengan harapan melindungi dirinya dari coronavirus penyebab Covid-19. Selain itu, supaya suplai produk nikotin bagi orang yang benar-benar membutuhkannya tidak terganggu, lapor BBC Jumat (24/4/2020).
Aksi borong produk nikotin pekan ini di Prancis dipicu kabar yang mengatakan bahwa para peneliti mendapati hanya sedikit perokok yang dirawat di rumah sakit akibat Covid-19.
Teori bahwa nikotin berperan dalam memblokir virus dari tubuh manusia sedang diuji di sebuah rumah sakit di Paris, dengan menggunakan koyo nikotin.
Kepala otoritas kesehatan Prancis mengatakan studi itu menarik, tetapi pada saat yang sama memperingatkan bahwa kebiasaan merokok membunuh 75.000 orang setiap tahun di Prancis.
Pejabat kesehatan itu juga mengatakan bahwa perokok yang terinfeksi Covid-19 cenderung mengalami gejala yang lebih parah dibanding bukan perokok.*