Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Imbauan Lockdown Petani Belgia: Banyak-banyak Makan Kentang Goreng

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 April 2020 11:43 11:43 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 April 2020 11:43
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Orang Belgia dikenal akan kegemarannya makan kentang goreng atau frites mereka menyebutnya. Sekarang, petani yang berusaha bertahan di tengah lockdown Covid-19 mendesak agar warga Belgia lebih sering lagi mengkonsumsi frites dicelup mayonais kegemaran mereka, paling tidak dua kali sepekan.

Romain Cools, dari serikat petani kentang Belgapom yang mengusulkan hal itu, mengatakan ini masalah kelangsungan hidup petani, sebab ekspor mereka terkendala lockdown yang diberlakukan di banyak negara berkaitan dengan pandemi Covid-19.

Sekitar 750.000 ton kentang menumpuk di gudang-gudang di Belgia, sebab permintaan pengiriman kentang merosot tajam sejak lockdown Covid-19 diberlakukan di mana-mana.

“Mari kita makan frites dua kali seminggu, jangan cuma sekali,” imbau Cools seperti dilansir BBC Senin (27/4/2020).

Sejak pertengahan Maret, restoran di Belgia dan banyak pasar lain yang biasa membeli kentang mereka ditutup. Pembatalan festival-festival musim semi dan panas semakin menambah penderitaan petani.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Belgia merupakan salah satu eksportir produk kentang terbesar dunia, termasuk kentang beku. Negara itu menjual lebih dari 1,5 juta ton kentangnya ke lebih dari 100 negara setiap tahun.

Seorang petani kentang Belgia mengaku pesimis akan mendapatkan harga yang bagus untuk hasil panennya.

“Paling banter, kalau mereka bisa membeli lebih, akan dihargai €15 per ton, atau 10 kali lebih rendah dibanding harga yang disepakati dalam kontrak. Lima belas euro adalah harga yang mereka bisa berikan untuk mengubah kentang menjadi makanan hewan!” kata John Van Merhaeghe kepada lembaga penyiaran RTBF.

Seorang petani lain, yang menolak disebutkan namanya, menyeru agar pemerintah Belgia memberikan bantuan kepada petani kentang, seperti yang dilakukan negara tetangga mereka Belanda, yang memberikan tunjangan €50 per ton. “Sampai saat ini kita tidak memiliki kebijakan semacam itu,” ujarnya.

Sementara itu laporan RTBF menyebutkan bahwa sebagian kelebihan kentang yang menumpuk itu kemungkinan akan berakhir di pembangkit listrik biofuel.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Malaysia Terlambat Tangani Covid-19 Klaster Jamaah Tabligh
Tulisan selanjutnya Hidup Mewah Profesi Pria Ini: Siang Dokter, Malam Jadi Maling

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Global Sumud FLotilla
Berita

Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Berita
30 Mei 2026 09:51
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?