Hidayatullah.com—Pelaku bisnis ritel di Inggris memperingatkan risiko penutupan toko dan pemutusan hubungan kerja di seluruh penjuru negeri menyusul anjloknya belanja konsumen ke tingkat terendah pada April sejak kebijakan lockdown untuk meredam penyebaran Covid-19 diberlakukan.
British Retail Consortium mengatakan penjualan turun 19% bulan April dibanding periode yang sama tahun lalu, atau yang terendah sejak organisasi yang menaungi toko-toko ritel konvensional dan online itu melakukan pencatatan penjualan pada Januari 1995.
Setelah PM Boris Johnson mengumumkan rencana untuk tetap menutup sebagian besar toko konvensional setidaknya sampai bulan Juni, angka pembelanjaan konsumen di toko-toko selain bahan makanan –seperti toko pakaian, furnitur dan perhiasan—turun lebih dari sepertiga selama tiga bulan terakhir.
Pimpinan eksekutif BRC Helen Dickinson memperingatkan bahwa tanpa adanya dukungan dari pemerintah, toko ritel konvensional kemungkinan akan banyak yang tutup, yang berarti akan memicu pemutusan hubungan kerja, yang mana hal itu sangat merugikan masyarakat, lapor The Guardian Rabu (13/5/2020).
Sementara toko-toko di pusat keramaian mengalami penurunan penjualan akibat lockdown, pembelanjaan konsumen di toko online dan toko kebutuhan pokok meningkat.
Selama tiga bulan sampai April, penjualan bahan kebutuhan esensial termasuk makanan naik 57,9%. Kenaikan itu lebih dipicu pada aksi borong konsumen yang khawatir kehabisan stok selama lockdown.
Peralatan dan perlengkapan komputer, rumah tangga, serta mainan dan perlengkapan bayi termasuk yang mengalami kenaikan penjualan.
Kebijakan lockdown, penguncian wilayah yang membatasi mobilitas dan aktivitas warga di luar rumah, juga mendongkrak penjualan barang kesehatan darurat, game console, sepeda, peralatan dan perlengkapan menjahit dan merajut, serta alat tulis kantor.
Barclaycard, provider kartu kredit terbesar di Inggris, mengindikasikan penurunan penjualan hingga 36,5% pada bulan April dibanding periode tahun sebelumnya.
Oleh karena warga Inggris tidak dapat bebas keluar rumah untuk makan di luar, banyak orang yang kemudian memasak makanannya sendiri sehingga mendongkrak penjualan bahan makanan di supermarket hingga 14,3%.*