Hidayatullah.com–Burma, yang juga dikenal sebagai Myanmar, telah membantah laporan bahwa pasukan keamanan dan sekawanan umat Budha menyerang warga Muslim Rohingya pekan ini, menewaskan 60 orang di negara bagian Rakhine.
Juru bicara kepresidenan Ye Htut dikutip VOA bahasa Burma hari Jumat bahwa dia telah mengecek kebenaran berita itu, yang pertama kali dilaporkan oleh Associated Press (AP).
“Saya melihat beritanya di AP dan telah menghubungi wakil menteri dalam negeri, polisi lokal dan pemerintah negara bagian Rakhine. Tidak ada peristiwa yang dilaporkan AP itu. Saya heran kenapa AP begitu mudahnya melaporkan berita itu tanpa mengonfirmasinya dengan saya,” demikian kata Ye Htut.
Namun, dia menambahkan seorang polisi hilang dalam konfrontasi dengan Muslim di desa Du Chee Yar Tan.
Para aktivis HAM mengatakan kekerasan pecah awal pekan ini ketika warga desa bentrok dengan polisi.
Chris Lewa, dari Arakan Project, memberitahu VOA kelompoknya mengukuhkan kekerasan itu terjadi sewaktu pembicaraan antara penduduk desa dan pihak berwenang. Dia mengatakan yang masih menjadi misteri adalah siapa yang bertanggungjawab.
Dibunuh Warga Budha
Sebelumnua, para aktivis di Myanmar mengatakan setidaknya delapan warga minoritas Muslim Rohingya dibunuh oleh warga Budha di dekat perbatasan dengan Bangladesh.
Menurut para aktivis, pembunuhan terjadi setelah muncul laporan-laporan bahwa seorang polisi hilang menyusul pertengkaran
dengan warga Rohingya di dekat kota Maungdaw.
Pejabat pemerintah Myanmar mengatakan pihak berwenang tidak memiliki informasi mengenai pembunuhan itu.*