Hidayatullah.com—Di saat warga Gaza menjadi menghadapi penderitaan dan sasaran-sasaran pesawat tempur dan rudal-rudal Israe, tiba-tiba Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton menemui Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu pada Selasa (20/11/2012) malam.
Pertemuan kedua negara yang dikenal bak ’saudara’ untuk membicarakan gencatan senjata di Jalur Gaza dalam beberapa hari ke depan.
Dikutip Voice of Amerika (VOA), Clinton menyebut pertemuan ini sebagai momen penting bagi Israel dengan menambahkan bahwa komitmen Amerika pada keamanan Israel tetap kokoh.
Ia mengatakan serangan-serangan roket dari pejuang Hamas yang disebutnya sebagai “teroris” ke Israel harus berakhir dan penyelesaian tahan lama diperlukan untuk mendukung keamanan dan aspirasi warga Israel dan Palestina.
“Dalam beberapa hari ke depan AS dan sekutunya akan bekerja di seluruh kawasan untuk mencapai sebuah hasil yang bisa menjamin keamanan bagi seluruh rakyat Israel, meningkatkan kondisi warga Gaza dan melangkah menuju perdamaian komprehensif bagi seluruh penduduk kawasan,” ujar Hillary dikutip Reuters.
Yang menarik, dalam himbauannya dikutip wartawan, ia meminta Hamas menghentikan serangan ke Israel, namun tak meminta pihak Israel menghentikan pesawat-pesawat dan bom-bom nya.
“Sangat penting untuk menurunkan eskalasi situasi di Gaza. Serangan roket dari Gaza ke kota-kota Israel harus dihentikan,” lanjut dia.
Rencananya, hari Rabu ini Clinton berencana akan bertemu dengan para pemimpin Palestina dan Mesir mengatakan ia menghargai upaya Mesir sejauh ini.
Serangan Zionis-Israel ke Gaza memasuki hari ketujuh, serangan penjajah ini telah menewaskan 114 warga syahid. Sebagian besar wanita dan anak-anak.
Dukung Yahudi
Sebelum ini, Presiden Amerika Serikat Barrack Hussein Obama yang baru terpilih kembali untuk periode kedua, hari Jumat (16/11/2012) menegaskan kembali dukungannya atas hak Zionis Israel menyerang roket yang ditembakkan pejuang Palestina di Jalur Gaza.
Obama menyampaikan dukungannya kepada Zionis dalam pembicaraan telepon dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang menelepon presiden AS itu guna menyampaikan “perkembangan terbaru situasi di Israel dan Gaza,” kata kantor jurubicara Gedung Putih dalam sebuah pernyataan, tulis Xinhua.*