Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Video Rekaman Suara Syeikh Salman al Audah di Penjara Saudi Beredar di Twitter

Ahmad
Terakhir diupdate: 16 Mei 2020 12:47 12:47 pm
Ahmad
Dipublikasikan 16 Mei 2020 12:45
Bagikan
Syeikh Salman al Audah yang dipenjara otoritas Saudi
Bagikan

Hidayatullah.com– Baru-baru ini sebuah video ulama Saudi terkemuka, Salman al-Audah dari dalam penjara diposting di media sosial. Ini adalah untuk pertama kalinya publik mendengar suara sang ulama sejak penangkapannya.  Ulama yang ditahan itu berbicara di telepon dengan ibu dan putrinya Ghada, terdengar di sebuah video yang dibagikan oleh akun Twitter ‘Prisoners of Conscious’.

“Saya baik-baik saja, Alhamdulillah,” kata Audah kepada keluarganya dalam panggilan telepon di mana mereka membahas Ramadhan di bawah penguncian virus corona.

Ibu dan anak perempuan Audah juga menanyakan kesehatan dan kesejahteraannya di dalam penahanan. “Ya saya baik-baik saja, jangan khawatir tentang saya. Bagaimana kabarmu?”

https://twitter.com/s_hm2030/status/1261030868216360970

Permintaan telepon itu dibolehkan untuk obrolan ringan, dan panggilan teleponnya dipantau oleh otoritas penjara. Ini adalah rekaman pertama dari syekh reformis sejak September 2017, ketika ia dan 20 lainnya, termasuk penulis dan jurnalis, ditangkap sebagai bagian dari tindakan keras terhadap perbedaan pendapat di kerajaan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Baik keluarga Audah dan media Saudi sebelumnya mengatakan ulama yang dipenjara menghadapi hukuman mati, tetapi lembar tuduhan belum diumumkan kepada publik. Menurut putra Audah yang tinggal di Amerika Serikat (AS), Abdullah Al-Audah, ulama menjadi sasaran perlakuan yang diklasifikasikan sebagai penyiksaan, termasuk kurang tidur, kurangnya perawatan kesehatan dan interogasi yang kasar.

Kelompok hak asasi manusia mengatakan pengadilan itu adalah pembalasan politik terhadap Audah, tokoh terkemuka dalam gerakan Islam 1990-an yang dikait-kaitkan dengan Ikhwanul Muslimin. Dikutip The New Arab, Audah menulis ratusan artikel tentang hukum Islam dan pada saat yang sama merangkul modernitas dan demokrasi.

Kasus Audah menarik perhatian internasional pada 2018 ketika Penuntutan Publik Arab Saudi mengajukan 37 dakwaan terhadapnya, termasuk ‘tidak cukup berdoa kepada penguasa’ dan menerima pesan teks yang menggerakkan perselisihan di wilayah itu. Menurut Amnesty, Audah ditangkap beberapa jam setelah memposting tweet yang menyerukan “harmoni antara orang-orang” yang ditafsirkan oleh otoritas Saudi sebagai seruan untuk rekonsiliasi antara Arab Saudi dan Qatar.

Otoritas Kerajaan Arab Saudi (KSA) menangkan Syeikh al Audah pad tahun 2017, sebagai tindakan keras terhadap kelompok Islam yang dianggap mengkritik kerajaan, tulis Reuters.

Syeikh Salman al-Audah, dikenal sebagai seorang ulama berpengaruh yang pernah dipenjara dari tahun 1994-1999 karena dituduh melakukan agitasi perubahan politik dan memiliki 14 juta pengikut di Twitter, dikabarkan telah ditahan akhir pekan lalu.

Dalam salah satu posting terakhirnya di Twitter, Syeikh Salman menyambut baik sebuah laporan pada hari Jumat yang yang mengindikasikan konflik tiga bulan antara Qatar dengan sejumlah Negara Teluk telah berhasil diselesaikan.

“Semoga Tuhan mendamaikan hati mereka demi kebaikan ummat,” tulis Awdah dalam akun resmi Twitternya setelah muncul berita percakapan telepon antara Emir Qatar, Tamim bin Hamad al-Thani, dengan Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Kerajaan Arab SaudiSalman al 'AudahSyeikh Salman al Audah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 10 Adab Batin Membaca Al-Quran menurut Imam Ghozali [1]
Tulisan selanjutnya PKS Dukung KPPU Usut Dugaan Monopoli BBM 5 Perusahaan Migas

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Masjid Al Aqsha BSD Sembelih 198 Hewan Qurban, Distribusi hingga Aceh dan NTT
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Terbaru

  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?