Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Busa Beracun Memenuhi Pantai di Chennai India

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Desember 2019 18:32 6:32 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Desember 2019 18:32
Bagikan
Anak-anak bermain-main dengan tumpukan buih dan berswafoto di Pantai Marina, meskipun mereka mencium bau tidak enak dan para nelayan diberitahu agat tidak berlayar ke laut di dekatnya.
Bagikan

Hidayatullah.com–Busa berwarna putih tampak memenuhi salah satu pantai terkenal di Chennai, India pada hari Senin (2/12/2019). Polusi beracun itu sudah berlangsung sejak tiga hati sebelumnya.

Anak-anak bermain-main dengan tumpukan buih dan berswafoto di Pantai Marina, meskipun mereka mencium bau tidak enak dan para nelayan diberitahu agat tidak berlayar ke laut di dekatnya.

Dokter memperingatkan gatal-gatal di kulit akibat bersentuhan dengan buih putih itu, yang terbentuk setiap musim angin muson setiap tahun tetapi kali ini sepertinya sangat buruk.

Seruan peringatan bahaya rupanya tidak sampai ke telinga ratusan keluarga yang bermukim di pesisir pantai, sehingga anak-anak dibiarkan bersuka cita bermain busa beracun yang menutupi pasir pantai sepanjang beberapa kilometer.

“Jelas tidak baik bagi orang-orang berkubang di buih itu, tetapi mereka tidak paham bahayanya,” kata Pravakar Mishra, seorang ilmuwan di National Centre for Coastal Research di Chennai yang memantau gumpalan buih semakin banyak beberapa tahun terakhir.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pihak berwenang juga memperingatkan akan terulangnya insiden 2017 ketika ribuan ikan mati akibat polusi yang melanda pantai di sekitar bulan yang sama.

Nelayan bernama Jeyaseelan mengatakan konsumen tidak mau membeli sedikit pun ikan yang ditangkap beberapa hari terakhir.

“Semua orang mengira ikannya terkontaminasi,” ujarnya. “Pendapatan saya jadi nyaris tidak ada,” imbuh nelayan berusia 30 tahun itu seperti dikutip AFP.

Marina Beach menjadi salah satu pusat kehidupan di Chennai selama seabad. Di akhir pekan ribuan orang memadati pantai yang dulu pasirnya masih murni.

Menurut Mishra, busa yang menumpuk di pantai itu berasal dari campuran sisa deterjen dan sampah kimia lain. Hanya 40 persen limbah di Chennai dan kota-kota besar India lain yang melewati sistem pengolahan limbah yang layak sebelum dibuang ke sungai.

“Sisanya langsung mengalir ke laut dan inilah akibatnya,” imbuh Mishra.

Ilmuwan itu memasang pelampung monitor yang memantau tingkat polusi di laut.

“Polusi sekarang merupakan ancaman lebih besar bagi pantai-pantai India dibanding kenaikan air laut,” kata Mishra, menegaskan bahwa sukarelawan mengumpulkan sampah plastik dan sampah lainnya seberat hampir satu ton dalam kurun dua jam saja di pantai Chennai dalam aksi bersih-bersih belum lama ini.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:busaChennaiIndiaMarinaPantai
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pengorbanan Istri Pahlawan
Tulisan selanjutnya Pelajar Putri Tanzania yang Hamil Akhirnya Dapat Lulus Sekolah Ketrampilan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun

Berita
27 Agustus 2026 15:03
Sering Rugikan Pabrik Senjata ‘Israel’, Palestine Action Ditetapkan AS sebagai “Kelompok Teroris”
STAI Al Bayan Gelar Wisuda Angkatan II, Ketum DPP Hidayatullah Pesankan Alumni Kuatkan Takwa Hadapi Tantangan Zaman
Nyamuk Datang Naik Pesawat Dua Pekerja Bandara Jerman Meninggal Karena Malaria
Lima Nama Bakal Caketum PBNU Disepakati, Ada Gus Kikin, Yahya Staquf hingga Kiai Zulfa

Terbaru

  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK
  • PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
  • Irak Tolak Kehadiran Pasukan Koalisi AS, Harus Pergi pada 30 September
  • Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
  • DPP Hidayatullah Dorong APHIDA Perkuat Kolaborasi dan Jaringan Bisnis untuk Hidayatullah
  • Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika
  • UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?