Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Festival Daging Anjing di Yulin Tetap Digelar, Aktivis Berharap Ini Terakhir

Ama Farah
Terakhir diupdate: 23 Juni 2020 11:49 11:49 am
Ama Farah
Dipublikasikan 23 Juni 2020 11:49
Bagikan
ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com—Festival daging anjing yang terkenal di China kembali digelar meskipun pemerintah mengkampanyekan perbaikan kesejahteraan hewan dan pentingnya mengurangi risiko kesehatan di tengah merebaknya wabah coronavirus sekarang ini. Para aktivis berharap ini terakhir kalinya acara tersebut digelar.

Festival tahunan yang digelar selama sepuluh hari di kota Yulin itu biasanya menarik ribuan pengunjung, yang datang untuk membeli anjing-anjing yang dikurung dalam kandang-kandang sempit untuk dimasak dan disantap bersama keluarga dan teman. Namun, penyelenggara mengatakan tahun ini peminatnya berkurang cukup banyak, lapor Reuters Senin (22/6/2020).

Pemerintah China sedang menggodok aturan baru untuk melarang perdagangan hewan liar dan perlindungan terhadap hewan peliharaan. Para aktivis pecinta binatang berharap festival tahun ini merupakan yang terakhir digelar di Yulin.

“Saya berharap Yulin akan berubah tidak hanya demi hewan-hewan tetapi juga demi kesehatan dan keselamatan warganya,” kata Peter Li, pakar kebijakan China di organisasi peduli hak-hak binatang Humane Society International.

Coronavirus, yang diyakini berasal dari jenis kelelawar yang dikenal dengan sebutan horseshoe bat sebelum melompat ke manusia di sebuah pasar di Wuhan, memaksa China untuk mengkaji ulang hubungannya dengan hewan-hewan dan berjanji akan melarang perdagangan hewan liar. Sebagaimana diketahui masyarakat China dikenal sebagai orang pemakan segala jenis mahluk hidup.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada bulan April, Shenzhen menjadi kota pertama di China yang melarang konsumsi daging anjing, dan langkahnya diharapkan akan diikuti daerah lain.

Kementerian Agrikultur juga memutuskan untuk mengklasifikasikan anjing sebagai hewan peliharaan dan bukan hewan ternak, meskipun tidak jelas bagaimana perubahan itu dapat mempengaruhi perdagangan anjing di Yulin.

Zhang Qianqian, seorang aktivis hak binatang yang berada di Yulin hari Sabtu, mengatakan tinggal menunggu waktu pelarangan festival daging anjing itu akan terwujud.

“Dari apa yang kami ketahui dari perbincangan dengan penjual daging, para tokoh mengatakan bahwa konsumsi daging anjing tidak akan diperbolehkan di masa mendatang,” kata wanita itu.

“Namun melarang konsumsi daging anjing akan sulit dan membutuhkan waktu,” imbuhnya.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:chinadaiging anjingYulin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Haflah Akhirussanah Virtual SDIT di Depok, Kesyukuran dalam Suasana Pandemi
Tulisan selanjutnya Aktivis Yahudi Anti Zionis Dituding Penghianat dan Terpaksa Harus Tinggalkan ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Berita
31 Mei 2026 01:20
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?