Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

Umar bin Abdul Aziz, Pemimpin yang Adil [1]

Rofi' Munawwar
Terakhir diupdate: 29 Juni 2020 16:55 4:55 pm
Rofi' Munawwar
Dipublikasikan 29 Juni 2020 16:55
Bagikan
Bagikan

Oleh: Alwi Alatas

 

Hidayatullah.com | UMAR bin Abdul Aziz merupakan khalifah Bani Umayyah ke-8 yang terkenal dengan keadilannya. Ia dianggap sebagai mujaddid abad pertama hijriah dan namanya disandingkan dengan para khalifah yang awal selepas wafat Nabi ﷺ . Tulisan ini akan memaparkan tentang latar belakang kehidupan beliau serta pemerintahan yang beliau pimpin.

Nama lengkap beliau adalah Umar bin Abdul Aziz bin Marwan bin al-Hakam. Dari pihak ayah, ia merupakan bagian dari Bani Marwan dan Bani Umayyah. Nama kunyah beliau adalah Abu Hafs. Paman beliau, Abdul Malik bin Marwan, merupakan khalifah Bani Umayyah. Empat sepupu beliau juga menjadi khalifah, yaitu al-Walid, Sulaiman, Yazid, dan Hisyam; semuanya putera Abdul Malik. Istri beliau, Fatimah, merupakan puteri Abdul Malik bin Marwan. Dengan demikian, Umar merupakan bagian dari keluarga inti Bani Marwan.

Bagaimanapun, ibu beliau, Ummu Ashim binti Ashim bin Umar, merupakan cucu Umar bin al-Khattab radhiallahu ‘anhu. Kakek beliau, Ashim bin Umar, adalah orang yang dinikahkan oleh Umar bin Khattab dengan gadis penjual susu yang kisah kejujurannya cukup popular. Saat menjadi khalifah dan berkeliling pada suatu malam bersama pembantunya, Aslam, Umar mendengar percakapan seorang ibu penjual susu yang hendak mencampur susunya dengan air, tetapi dihalangi oleh anak gadisnya. Umar kemudian menikahkan puteranya, Ashim, dengan gadis penjual susu yang jujur itu. Pernikahan itu melahirkan seorang anak perempuan yang kemudian dikenal sebagai Ummu Ashim dan diambil istri oleh Abdul Aziz bin Marwan.

Baca Juga

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina
Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina
Membungkam Suara Kritis: Kriminalisasi Ulama Masyumi di Orde Lama
KH. Ahmad Dahlan dan Peran sebagai Jembatan Ukhuwah Islamiyah
R.A Kartini: Latarbelakang Kehidupan dan Alam Pikirannya

Saat masih kecil, Umar bin Abdul Aziz pernah terkena tendangan kuda sehingga meninggalkan bekas luka di wajahnya. Sejak itu ia dikenal sebagai ashaj (tanda) Bani Umayyah. Ia tumbuh dewasa dan banyak mendapat pendidikan di tengah keluarga ibunya. Salim bin Abdullah bin Umar yang merupakan sepupu ibunya merupakan seorang ulama besar sekaligus salah satu guru Umar bin Abdul Aziz (as-Sallabi, 48-69). Ia juga belajar kepada beberapa ulama di masa mudanya dan kelak beliau sendiri diakui sebagai seorang ulama di samping sebagai seorang kepala pemerintahan.

Menjadi Gubernur Madinah

Pada tahun 87/706, di masa pemerintahan al-Walid bin Abdul Malik, Umar bin Abdul Aziz ditunjuk sebagai Gubernur Madinah. Ketika itu umurnya sekitar 25 tahun. Saat tiba di Madinah, ia mengumpulkan sepuluh fuqafa’ Madinah, di antaranya Urwah bin al-Zubair bin al-Awwam, al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar, dan Salim bin Abdullah bin Umar, dan menjadikan mereka sebagai penasihat di pemerintahannya. Ia menjadi gubernur di Madinah hingga tahun 93/712.

Pada tahun 88/707, atas arahan al-Walid ia membongkar dan memperbesar Masjid Nabawi. Semua istri Nabi sudah wafat pada masa ini. Rumah-rumah para istri Nabi termasuk yang dibongkar dan menjadi bagian dari bangunan masjid yang baru. Selain itu didirikan pula sebuah bangunan untuk menyalurkan air minum bagi orang banyak, terutama para jamaah masjid.

Pada tahun tersebut di atas, Umar bin Abdul Aziz menjadi pimpinan jamaah haji dan orang-orang di Makkah mengadukan tentang kekeringan yang terjadi di kota itu sehingga mereka khawatir jamaah haji akan kekurangan air.

“Apa yang dihajatkan di sini jelas,” respon Umar bin Abdul Aziz, “Mari kita memohon pada Allah.” Maka mereka pun melakukan solat dan berdoa meminta hujan pada Allah. Dikatakan bahwa segera setelah orang-orang kembali ke rumah-rumah mereka, hujan lebat turun hingga malam hari. Lembah-lembah dibanjiri air dan pada tahun itu tanaman-tanaman tumbuh di Makkah (al-Tabari, 1990: 23/145).

Umar bin Abdul Aziz diberhentikan dari jabatannya sebagai Gubernur Madinah disebabkan konfliknya dengan al-Hajjaj bin Yusuf yang ketika itu merupakan Gubernur di Irak. Umar mengadukan al-Hajjaj kepada al-Walid berkenaan dengan kebijakannya yang terlalu keras terhadap penduduk Irak. Al-Hajjaj juga mengadukan Umar pada al-Walid karena banyak penduduk Irak yang dianggapnya sebagai pembuat masalah lari dan mendapat perlindungan di Madinah. Al-Walid memenangkan al-Hajjaj dan memberhentikan Umar.

Saat meninggalkan kota Madinah, Umar menjadi gelisah. Bagaimanapun, kegelisahannya bukan disebabkan lepasnya jabatan dari tangannya atau karena takut dengan kemarahan al-Walid, karena yang pertama tidak terlalu berarti baginya dan yang kedua tidak akan memberi dampak apa-apa kepadanya disebabkan kuatnya kedudukannya di tengah keluarga Bani Marwan. Ia menjadi takut karena ingat akan hadits Nabi yang menyebutkan bahwa Taybah, yang merupakan nama lain kota Madinah, akan mengeluarkan kotoran dan apa-apa yang buruk dari dalam kota tersebut. Saat di perjalanan, ia berkata pada pembantunya, Muzahim, “Tidakkah engkau takut bahwa engkau termasuk yang dikeluarkan [tidak dikehendaki] oleh Taybah?” (al-Tabari, 1990: 23/202). Ia khawatir dirinya ditakdirkan keluar dari kota Madinah disebabkan dosa atau kesalahan yang mungkin telah ia perbuat.* (BERSAMBUNG)

Dosen Sejarah pada International Islamic University Malaysia (IIUM)

Redaktur: Rofi' Munawwar
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Khulafaur RasyidinsejarahUmar Bin Abdul AzizUmayyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Qatar Charity Lanjutkan Kerja Sama dengan Kemenag Sebesar 30 Juta USD
Tulisan selanjutnya Presiden Yaman Mendesak Separatis yang Didukung UEA untuk ‘Menghentikan Pertumpahan Darah’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Salam al-Turjuman dan Ekspedisi Pencarian Tembok Ya’juj dan Ma’juj

14 April 2026 07:01
Sejarah

Akibat Mengabaikan Ukhuwah Islamiyah dan Bekerjasama dengan Musuh

9 April 2026 14:00
Sejarah

Cermin Sejarah: Respon Indonesia Saat Masjidil Aqsha Dinista Kesuciannya oleh Zionis Israel

6 April 2026 13:22
KajianSejarah

Dukungan Nyata Bangsa dan Tokoh Palestina untuk Kemerdekaan Indonesia

14 Maret 2026 06:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?