Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Covid-19: Amerika Serikat Borong Stok Obat Remdesivir Sedunia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Juli 2020 17:05 5:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Juli 2020 17:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Amerika Serikat membeli hampir seluruh stok remdesivir sedunia, satu dari dua obat yang sudah terbukti dapat dipakai untuk mengobati pasien Covid-19.

Obat antivirus itu dipatenkan oleh perusahaan biotek Gilead yang berbasis di Amerika Serikat dan satu-satunya yang sudah mendapatkan izin European Medicines Agency (EMA) untuk mengobati pasien pengidap coronavirus jenis baru penyebab Covid-19. Obat ini sudah mendapatkan izin penggunaan untuk pasien Covid-19 di Amerika Serikat, Jepang dan Uni Eropa.

Pengumuman yang disampaikan oleh US Department of Health and Human Services (HHS) itu berarti otoritas kesehatan negara-negara Eropa kemungkinan tidak akan akan bisa mendapatkan obat tersebut sampai musim gugur.

Otoritas AS memborong stok obat untuk 500.000 paket perawatan dengan obat tersebut sampai bulan September. Jumlah itu mencakup 100 persen proyeksi produksi remdesivir untuk bulan Juli (94.200 paket perawatan), 90 persen produksi bulan Agustus (174.900 paket perawatan), dan 90 persen produksi bulan September (232.800 paket perawatan), kata HHS dalam sebuah pernyataan seperti dilansir Euronews Rabu (1/7/2020).

Remdesivir diketahui membantu mempercepat masa pemulihan pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit –mereka yang paling parah terkena infeksi—dari 15 hari menjadi 11 hari. Efek baik obat itu tidak tampak pada pasien yang mengalami gejala sedang atau ringan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Sebisa mungkin kami ingin memastikan pasien Amerika yang memerlukan remdesivir akan mendapatkannya,” kata Alex Azar, sekretaris HHS.

Saat ini Amerika Serikat menjadi negara di dunia yang paling parah terdampak wabah coronavirus, bahkan jauh melampaui China, negara di mana coronavirus penyebab Covid-19 pertama kali diidentifikasi. Sampai hari Selasa kemarin, Amerika Serikat mengkonfirmasi lebih dari 127.000 kematian berkaitan dengan coronavirus dan lebih dari 2,6 juta orang di negeri adidaya itu positif terjangkit penyakit baru tersebut.

Menurut HHS, satu paket perawatan dengan remdesivir rata-rata membutuhkan 6,25 vial dengan harga kisaran $3.200.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatGileadremdesivir
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 5 Hal yang Perlu Anda Tahu tentang Rencana Pencaplokan ‘Israel’ atas Tepi Barat, Palestina
Tulisan selanjutnya Mengantri Demi Membaca Al-Qur’an

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan

Berita
8 Juni 2026 20:00
China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?