Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Afsel Kembali Larang Penjualan Minol Semasa Pandemi Covid-19

Ama Farah
Terakhir diupdate: 14 Juli 2020 10:51 10:51 am
Ama Farah
Dipublikasikan 14 Juli 2020 10:51
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Pemberlakuan kembali larang penjualan minuman beralkohol (minol) guna membantu meredam penyebaran coronavirus membuat warga Afrika Selatan terpecah, sebagian mendukung dan sebagian menolak

Presiden Cyril Ramaphosa mengatakan larangan itu, yang kedua kalinya tahun ini, akan mengurangi beban yang dihadapi rumah sakit dan tenaga kesehatan selama masa pandemi Covid-19.

Afrika Selatan merupakan negara paling parah terdampak Covid-19 di kawasan Benua Afrika, dengan lebih dari 270.000 kasus infeksi dan 4.000 lebih kematian yang berkaitan dengan virus tersebut, yang diperkirakan pemerintah akan melonjak sampai 50.000 pada akhir tahun ini.

Larangan penjualan minol ini diberlakukan kembali hanya beberapa pekan setelah larangan serupa dicabut. Larangan penjualan minol sebelumnya yang diberlakukan selama tiga bulan ditujukan untuk mencegah dan menekan kasus perkelahian di kalangan warga yang mabuk, menekan kasus kekerasan dalam rumah tangga dan masalah-masalah lain yang ditimbulkan oleh kebiasaan orang mabuk-mabukan di akhir pekan.

Pekan lalu, Afsel mencatat angka kenaikan harian tertinggi kasus infeksi coronavirus. Hampir setengahnya terjadi di Gauteng, provinsi yang sekarang menjadi episentrum penyebaran Covid-19.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Dalam pidatonya, Ramaphosa mengakui “kebanyakan” orang sudah ikut berperan aktif dalam meredam penyebaran penyakit baru tersebut, tetapi sebagian orang lainnya masih bertindak “tanpa tanggung jawab dan tidak menghormati serta tidak melindungi satu sama lain.”

“Ada sejumlah orang yang menyelenggarakan pesta-pesta, yang mabuk-mabukan, dan sebagian orang berjalan di tempat-tempat keramaian tanpa mengenakan masker,” kata Presiden Afsel itu.

Ramaphosa mengatakan pemberlakuan kembali larangan penjualan minol ini untuk membantu negara tersebut melewati wabah coronavirus. Untuk kepentingan yang sama, status darurat akan diperpanjang sampai 15 Agustus, dan jam malam akan diberlakukan mulai pukul 21:00 sampai 04:00. Penggunaan masker diwajibkan di tempat-tempat umum.

Pemerintah juga menyediakan 28.000 tempat tidur di berbagai rumah sakit untuk pasien Covid-19. Namun, dia juga mengatakan negara itu masih kekurangan lebih dari 12.000 pekerja kesehatan, termasuk perawat, dokter dan fisioterapis, lansir BBC Senin (13/7/2020).

Sementara sebagian mendukung kebijakan Ramaphosa, sebagian lain mengatakan Presiden justru menyalahkan rakyat atas kegagalannya menanggulangi pandemi coronavirus.

Para dokter dan polisi mengatakan bahwa larangan penjualan minuman beralkohol yang diterapkan beberapa waktu lalu berhasil mengurangi jumlah orang yang dilarikan ke unit gawat darurat di rumah sakit. Namun, para pembuatan bir dan wine mengeluh bisnis mereka terancam gulung tikar.

Kelompok utama oposisi Aliansi Demokrat mengatakan pemerintah menggunakan larangan minol sebagai kambing hitam atas kegagalannya memberikan pelayanan kesehatan yang memadai bagi rakyat.

Julius Malema, pemimpin oposisi dari Economic Freedom Fighters, lewat Twitter mengatakan bahwa Ramaphosa gagal mengindahkan peringatannya sendiri agar tidak mencabut larangan penjualan minol yang pertama kali diberlakukan bulan Maret. Dia juga seharusnya tidak membuka kembali sekolah yang bulan lalu sudah diaktifkan kembali.

Warga yang kesal dengan larangan itu lewat media sosial mengatakan bahwa para pekerja di industri perhotelan dan restoran akan kehilangan pekerjaan.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Afrika Selatancoronaviruscovid-19Minuman beralkoholpandemi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Akibat Pandemi, KKN pun Digelar dari Rumah, Begini Caranya
Tulisan selanjutnya Hong Kong Berlakukan Aturan Jarak Sosial Lebih Ketat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Berita
4 Juni 2026 09:00
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?