Hidayatullah.com—Jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Brazil memasuki angka dua jutaan. Namun, apabila melihat jumlah kematiannya, kemungkinan orang yang terinfeksi coronavirus di negara itu sudah menyentuh angka 10 juta.
Sejak dilaporkan pertama kali pada akhir bulan Mei, Brazil mencatat rata-rata kematian lebih dari 1.000 setiap hari dan belum tampak tanda-tanda penurunan.
Kementerian kesehatan tingkat federal pada hari Kamis (16/7/2020) mengkonfirmasi bahwa Brazil telah melewati angka 2 juta kasus Covid-19 terkonfirmasi dengan kematian 76.000, lansir Associated Press.
Tidak hanya itu, virus yang sebelumnya merajalela di kota-kota besar sekarang mulai merambah daerah-daerah baru yang nihil kasus Covid-19.
Brazil, yang kepala negaranya Jair Bolsonaro sejak awal tidak mengindahkan peringatan bahaya coronavirus, kini menjadi negara kedua terbanyak kasus Covid-19 terkonfirmasi di dunia setelah Amerika Serikat, yang mencatat 3,5 juta infeksi dengan 138.358 kematian. Presiden Bolsonaro dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memiliki sikap yang sama dalam masalah penggunaan masker, yang menurut mereka tidak terlalu penting, dan lebih mengkhawatirkan masalah perekonomian negara dibanding kesehatan masyarakat.
Sebagian pakar kesehatan juga meyakini angka infeksi Covid-19 sesungguhnya lebih besar dari 2 juta, disebabkan Brazil termasuk negara yang tidak banyak melakukan tes coronavirus terhadap warganya.
Sebuah model perhitungan yang dibuat oleh beberapa profesor dari sejumlah institusi pendidikan Brazil memperkirakan, berdasarkan angka kematian terkonfirmasi, bahwa di negara itu terjadi 10 juta infeksi Covid-19.
Angka 2 juta itu terlalu rendah, menurut Dr Adriano Massuda, seorang spesialis administrasi kesehatan dan profesor di Getulio Vargas Foundation yang merupakan sebuah universitas di Sao Paulo.
“Tidak ada strategi nasional untuk pemeriksaan (tes), tidak ada kebijakan dari atas, … terlalu sedikit upaya untuk memperbaiki perawatan dasar sehingga kita dapat menemukan kasus serius sebelum mereka menjadi terlalu parah, tidak ada pelacakan,” kata Massuda soal penanganan Covid-19 di Brazil.*