Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Warga Naturalisasi Bekas Agen CIA Ditangkap karena Spionase untuk Kepentingan China

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Agustus 2020 08:30 8:30 am
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Agustus 2020 08:30
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Seorang bekas agen Central Intelligence Agency (CIA) ditangkap dan dijerat dakwaan melakukan aksi mata-mata untuk kepentingan China dalam skema yang melibatkan seorang kerabatnya yang juga bekerja untuk CIA, kata Departemen Kehakiman Amerika Serikat hari Senin (17/8/2020).

Dikatakan dalam sebuah pernyataan Depkeh AS bahwa Alexander Yuk Ching Ma, 67, ditangkap hari Jumat dengan tuduhan melakukan konspirasi bersama seorang kerabatnya, yang juga bekas agen CIA, menyampaikan informasi rahasia ke agen-agen intelijen China. Tuduhan kriminal itu diungkap hari Senin.

Ma, seorang pria China yang menjadi warga naturalisasi AS mulai bekerja di CIA pada tahun 1982, dan memiliki akses keamanan Top Secret yang memungkinkannya memperoleh dan melihat dokumen dan informasi sangat rahasia. Pihak kejaksaan mengatakan Ma meninggalkan CIA pada tahun 1989 dan tinggal dan bekerja di Shanghai, China, sebelum pindah ke Hawaii pada tahun 2001.

Kejaksaan mengatakan seorang kerabat yang tidak disebutkan namanya yang bekerja sama dengan Ma juga pernah bekerja untuk CIA, tetapi mengundurkan diri dari dinas intelijen itu pada tahun 1983 menyusul tuduhan mereka menggunakan posisi resminya untuk membantu warga-warga China memasuki wilayah Amerika Serikat, lapor Reuters.

Masih menurut kejaksaan, sekitar tahun 1998 kerabat Ma tersebut dinyatakan bersalah membuat pernyataan palsu kepada sebuah lembaga pemberi kredit. Namun, kerabat Ma itu yang kini berusia 85 tahun tidak dijerat dakwaan dalam kasus yang sekarang ini disebabkan mengidap penyakit kognitif tingkat lanjut.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Ma memulai aksi mata-matanya untuk China pada Mei 2001, ketika dia dan kerabatnya itu memberikan informasi kepada China tentang personel-personel CIA, operasi-operasinya dan metode-metode penyembunyian komunikasi.

Kejaksaan mengatakan sebagian dari suatu pertemuan direkam dalam video yang menampakkan Ma sedang menghitung uang tunai $50.000 yang diterimanya sebagai imbalan dari informasi rahasia AS yang diberikannya kepada China.

Dokumen pengadilan mengatakan setelah pindah ke Hawaii, Ma berusaha mendapatkan pekerjaan di FBI untuk mendapatkan akses informasi rahasia pemerintah AS yang dapat diberikannya kepada agen intelijen China.

Kantor FBI di Honolulu mempekerjakan Ma sebagai penerjemah kontrak pada tahun 2004, menurut dokumen pengadilan.

CIA dan FBI menolak untuk memberikan komentar tentang pertanyaan mengapa perlu waktu lama untuk menangkapnya. Pengacara Ma, Craig Jerome, juga belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar, lapor Reuters.

South China Morning Post menyebut Ma merupakan pria kelahiran Hong Kong. Sesaat sebelum diringkus, kepada seorang agen FBI yang sedang dalam penyamaran dia mengatakan bahwa dia ingin “ibu pertiwi negeri kelahirannya” sukses. Ma terancam hukuman penjara seumur hidup apabila divonis bersalah.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatchinaCIAFBIintelijenmata-mataspionase
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Orang-orang Arab-Indonesia dalam Arus Pergerakan Nasional dan Kemerdekaan
Tulisan selanjutnya Menteri Intelijen ‘Israel’: Bahrain dan Oman akan Ikuti UEA Normalisasikan Hubungan dengan Zionis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Berita
2 Juni 2026 21:41
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?