Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Di Bawah Ancaman Kampanye Anti-Muslim dan UU Kewarganegaraan, Banyak Etnis Rohingya ‘Pindah Agama’

Ahmad
Terakhir diupdate: 24 Agustus 2020 21:57 9:57 pm
Ahmad
Dipublikasikan 24 Agustus 2020 21:57
Bagikan
Guru dan murid bocah-bocah Rohingya sedang belajar di madrasah khusus pengungsi Rohingya di wilayah Narapaya, Teknaf, Cox's Bazar, Bangladesh, dijepret pada Selasa (17/10/2017).
Bagikan

Hidayatullah.com-– Lebih dari 3.000 orang Rohingya mengungsi ke Bangladesh untuk menghindari deportasi atau kampanye kebencian. Bertepatan dengan tiga tahun penumpasan brutal etnis Muslim Rohingya oleh Angkatan Bersenjata Myanmar, orang-orang Rohingya yang mencari perlindungan di India mengungkapkan ketakutan mereka hidup di tengah sentimen anti-Muslim.

Akibat  ‘genosida’ sejak 25 Agustus 2017, ratusan ribu orang Rohingya yang berasal dari negara bagian Rakhine, Myanmar Barat, melarikan diri dari negara mereka setelah militer Myanmar.  Delapan tahun lalu, sekitar 300 pengungsi Rohingya tiba di New Delhi, India, setelah menghadapi penolakan kewarganegaraan, kerja paksa, pemerkosaan, dan penyitaan tanah.

Menurut data terbaru UNHRC India, ada 18.914 orang Rohingya yang terdaftar. Pemimpin kelompok Rohingya mengatakan meskipun mereka hidup dalam kondisi yang memprihatinkan di kamp-kamp mereka, tetapi mereka cukup merasa aman, hingga kampanye kebencian melanda India dalam setahun terakhir.

Baru-baru ini perubahan sikap pemerintah India semakin jelas setelah tiga kelompok Rohingya yang berjumlah setidaknya 20 orang yang mencoba masuk ke negara itu dari Assam dan Manipur dideportasi ke Myanmar. Seorang pemimpin pemuda Rohingya mengungkapkan komunitas mereka merasa tidak nyaman karena kampanye anti-Muslim dan pandemi Covid-19.

Pandemi corona telah menyebabkan penderitaan lebih lanjut kepada komunitasnya, khususnya karena kebanyakan dari mereka bekerja di sektor yang tak terorganisir.  Sejak pemerintah India memberlakukan karantina wilayah, sebagian besar komunitas Rohingya kehilangan pekerjaan.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

“Kami hidup di bawah ketidakpastian dan ketakutan sejak diberlakukannya Undang-Undang Kewarganegaraan. Akibatnya, banyak yang mencoba pergi atau pindah agama. Ini semua karena kampanye kebencian dan perubahan sikap masyarakat dan pemerintah India,” kata dia lagi dikutip laman Anadolu Agency.

UU Kewarganegaraan terhadap Rohingya

Dengan berlakunya Undang-Undang Kewarganegaraan, maka hak kewarganegaraan hanya diberikan kepada imigran non-Muslim di Pakistan, Afghanistan, dan Bangladesh.  Berdasarkan UU tersebut, enam komunitas minoritas – Hindu, Sikh, Budha, Parsis, Jain, dan Kristen – dari tiga negara tetangga, yang bermigrasi ke India sebelum 31 Desember 2014, memenuhi syarat untuk mengajukan kewarganegaraan dengan alasan penganiayaan.

Banyak orang Rohingya yang pindah agama demi memenuhi syarat tersebut. Mohammad Sabir, salah satu pemimpin komunitas Rohingya, membenarkan bahwa 160 orang Rohingya telah pindah agama, tetapi itu dilakukan jauh sebelum mereka meninggalkan Myanmar, kutip The Economic Times.

Lewat sebuah pernyataan, Komite Pengungsi Kristen Rohingya di India juga mengonfirmasi bahwa perpindahan agama itu tidak dilakukan karena iming-iming kewarganegaraan. “Mereka bahkan telah dianggap sebagai orang-orang Kristen oleh pemerintah Myanmar sejak 2008,” jelas komite tersebut.

Sejak 2017, banyak orang Rohingya yang mencoba mencari perlindungan di India.  Johar membenarkan bahwa lebih dari 3.000 pengungsi di India telah kembali ke Bangladesh, untuk menghindari deportasi ke Myanmar dan kampanye kebencian.

“Bangladesh kini menyediakan perawatan kesehatan dan pendidikan yang layak untuk orang-orang Rohingya. Sementara itu, sebagian besar orang Rohingya takut dideportasi dan lebih memilih mati daripada kembali ke Myanmar. Pemerintah India pun sudah berulang kali menegaskan tentang deportasi sehingga mereka hidup dalam ketakutan,” tutur dia.

Meskipun UNHCR telah memberikan kartu pengungsi kepada separuh pengungsi dari Myanmar, India tidak mengakui status mereka karena tidak menandatangani Konvensi PBB tentang Pengungsi.

Kaum yang teraniaya

Rohingya, yang disebut-sebut PBB sebagai kaum paling teraniaya, menderita sejumlah serangan sejak kekerasan komunal meletus pada 2012. Amnesty International mengungkapkan bahwa lebih dari 750.000 pengungsi Rohingya, sebagian besar perempuan dan anak-anak, melarikan diri dari Myanmar ke Bangladesh, sejak pasukan keamanan Myanmar melancarkan serangan ke komunitas Muslim minoritas pada 2017.

Menurut Badan Pembangunan Internasional Ontario (OIDA), sekitar 24.000 Muslim Rohingya dibunuh oleh pasukan Myanmar sejak 25 Agustus 2017.  Dalam laporannya yang berjudul “Migrasi Paksa Rohingya: Pengalaman yang Tak Terkira”, OIDA menyebutkan lebih dari 34.000 Rohingya dibakar hidup-hidup, sementara lebih dari 114.000 lainnya dipukuli.

Tak hanya itu, sekitar 18.000 perempuan Rohingya diperkosa oleh tentara dan polisi Myanmar, sedangkan lebih dari 115.000 rumah Rohingya dibakar dan 113.000 lainnya dirusak.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Indiamuslim RohingyamyanmarRohingya
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perempuan Indonesia Dijajah, Salah Siapa?
Tulisan selanjutnya Setelah Robohkan Masjid , China Bangun Toilet Umum di Bekas Reruntuhannya

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam

Berita
4 Juni 2026 11:00
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah

Terbaru

  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?