Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Lebih Dua Ribu Terdakwa Kudeta Juli 2016 di Turki Sudah Diadili

Ama Farah
Terakhir diupdate: 18 Juli 2018 17:45 5:45 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 18 Juli 2018 17:38
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com–Status keadaan darurat di Turki yang diberlakukan menyusul percobaan kudeta Juli 2016 akan segera berakhir, Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul mengatakan bahwa lebih dari dua ribu terdakwa berkaitan dengan kudeta itu sudah diadili.

“Seluruh investigasi berkaitan langsung dengan percobaan kudeta, kecuali satu file, sudah dirampungkan. Sekitar 2.161 terdakwa telah diadili di berbagai pengadilan dengan 94 berkas terpisah. Pengadilan untuk 195 kasus diselesaikan di pengadilan pelanggaran pertama (pengadilan rendah), sementara dua berkas kasus dituntaskan di pengadilan kasasi. Dalam kasus-kasus itu, 2.382 terdakwa diberi hukuman berkisar antara penjara selama beberapa tahun hingga penjara seumur hidup,” kata Menteri Kehakiman Abdulhamit Gul saat berpidato dalam pertemuan International Struggle Against Coup and 15 July Symposium yang digelar di Istanbul hari Senin (16/7/2018), lapor Hurriyet.

  • Turki Pecat 18 Ribu Pegawai Negeri

Seorang pembantu kepresidenan Turki mengatakan pada hari Jumat (13/7/2018) bahwa status negara dalam keadaan darurat diharapkan dicabut pada hari Rabu 18 Juli 2018.

“Apabila kita dihadapkan pada suatu ancaman yang sangat luar biasa, mekanisme keadaan darurat dapat diikrarkan kembali,” kata pembantu presiden Ibrahim Kalin kepada para reporter usai rapat kabinet pertama pemerintahan Turki yang mulai menerapkan sistem presidensial sejak dilantiknya Recep Tayyip Erdogan sebagai presiden untuk periode kedua hari Senin 9 Juli.

  • Presiden Erdogan: Kami akan Terus Buru FETO di Mana Pun Berada

Partai oposisi utama di Turki, CHP, berulang kali mendesak pemerintah agar mengakhiri status darurat dan tidak lagi memperpanjangnya. CHP menyebut status darurat itu sebagai cara pemerintah Erdogan untuk memberantas orang-orang yang tidak sejalan dengannya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Pada 16 April 2016, dua hari sebelum pemerintah memperpanjang status darurat untuk ketujuh kalinya, CHP menggelar aksi duduk untuk memprotes pemberlakuan status darurat tersebut. Dalam aksi demonstrasi itu mereka mengusung slogan “Kami igin demokrasi, bukan keadaan darurat.”

Bekir Bozdag, yang kala itu menjabat jubir pemerintah, mengecam aksi protes itu. Politisi AKP itu menuding CHP menggunakan metode-metode teroris dan tidak melakukan kerja apapun.

“Mereka tidak dapat menghentikan Partai Keadulan dan Pembangunan (AKP) dengan aksi duduk tersebut. Saran saya untuk mereka adalah sekarang bukan waktunya duduk-duduk, sekarang adalah waktunya bangkit,” kata Bozdag ketika itu.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Erdogan Akan Buat Aturan Baru Sebelum Akhiri Status Darurat
Tulisan selanjutnya Menlu Jerman: Eropa Tak Bisa Lagi Andalkan Amerika Serikat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Serangan rudal Iran di Tel Aviv Israel
Berita

Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’

Berita
8 Juni 2026 19:30
Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026

Terbaru

  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase
  • Pasokan Avtur Saudi ke Eropa Melebihi Sebelum Penutupan Selat Hormuz
  • Vape Piu Piu Bikin Pengguna Seperti Zombie, Kata Kepolisian Malaysia

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?