Hidayatullah.com–Kanada hari Senin (5/10/2020) mengumumkan penangguhan ekspor senjata ke sekutu NATO Turki, sementara pemerintah Ottawa menyelidiki dugaan penggunaan alat militer buatannya dalam konflik Armenia-Azerbaijan.
“Sejalan dengan aturan kontrol ekspor Kanada yang ketat dan dikarenakan ketegangan yang sedang berlangsung, saya menangguhkan izin-izin terkait ekspor ke Turki, demikian sampai menunggu situasi lebih lanjut,” kata Menteri Luar Negeri Francois-Philippe Champagne dalam sebuah pernyataan seperti dikutip AFP.
Champagne sudah memerintahkan penyelidikan atas laporan di media lokal yang mengatakan sistem pencitraan dan target pada drone buatan Kanada dipergunakan Azerbaijan dalam pertempurannya dengan Armenia.
Para pendukung kebijakan pengendalian senjata mendokumentasikan penjualan gawai Wescam ke Turki, sekutu erat Azerbaijan.
Ottawa pada Oktober 2019 mengumumkan pembekuan pemberian izin ekspor militer ke Turki, setelah pasukan pemerintah Ankara melakukan inkursi ke wilayah bagian Utara Suriah guna memerangi pasukan Kurdi. Namun, kebijakan itu dicabut pada bulan Mei tahun ini.
Ankara merupakan pendukung sekutu lamanya Baku dalam perebutan Nagorno-Karabakh, wilayah yang terletak antara Azerbaijan dan Armenia yang mayoritas penduduknya beretnis Armenia dan sejak era 1990-an berusaha melepaskan diri dari Armenia.
“Kanada terus prihatin dengan konflik yang sedang berlangsung di Nagorno-Karabakh mengakibatkan penembakan terhadap masyarakat dan menimbulkan korban di kalangansipil,” kata Champagne.
“Kami menyeru agar diambil tindakan segera untuk menstabilkan situasi di lapangan dan kami menegaskan kembali bahwa tidak ada alternatif bagi solusi yang damai dapat dinegosiasikan untuk mengakhiri konflik ini,” imbuhnya.*