Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Kabinet UEA Setuju Membangun Hubungan Diplomatik Penuh dengan ‘Israel’

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Oktober 2020 20:35 8:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Oktober 2020 20:35
Bagikan
Protes warga Palestina di depan Masjid Al-Aqsha terhadap sikap UEA membangun kesepakatan normalisasi dengan Zionis
Bagikan

Hidayatullah.com–Kabinet Uni Emirat Arab (UEA) pada Senin (19/10/2020) menyetujui kesepakatan untuk membangun hubungan diplomatik penuh dengan ‘Israel’, Daily Sabah melaporkan. Keputusan tersebut menyusul penandatanganan normalisasi di Washington bulan lalu dan menjelang kunjungan delegasi UEA ke ‘Israel’.

Pada bulan September, UEA dan sesama negara Teluk Bahrain menjadi negara Arab pertama dalam seperempat abad yang menandatangani kesepakatan untuk membangun hubungan formal dengan ‘Israel’, membentuk poros baru di Timur Tengah melawan Iran.

Sebuah pernyataan Kabinet mengatakan “Abraham Accord” akan menjadi “jalan perdamaian dan stabilitas untuk mendukung ambisi rakyat di kawasan itu dan meningkatkan upaya untuk kemakmuran dan kemajuan, terutama karena membuka jalan untuk memperdalam hubungan ekonomi, budaya dan pengetahuan.”

‘Israel’ meratifikasi kesepakatan itu dalam pemungutan suara Kabinet dan pemungutan suara parlemen pekan lalu.

Delegasi UEA diperkirakan diagendakan mengunjungi ‘Israel’ pada hari Selasa (20/10/2020), ditemani oleh pejabat AS yang tiba di Abu Dhabi pada hari Senin dari Bahrain. Mereka bergabung dengan delegasi ‘Israel’ dalam perjalanan ke Manama untuk menandatangani komunike yang meresmikan hubungan yang baru lahir.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

‘Israel’ dan UEA telah menandatangani beberapa nota kesepahaman. Mereka akan menandatangani kesepakatan pada hari Selasa untuk memungkinkan 28 penerbangan komersial mingguan antara bandara Ben Gurion Tel Aviv, Dubai dan Abu Dhabi, kata Kementerian Transportasi Israel.

‘Israel’, UEA, dan Bahrain semuanya menandatangani dokumen yang dijuluki “Abraham Accords” pada 15 September setelah perjanjian bilateral, yang dianggap sebagai pengkhianatan bagi banyak warga Palestina karena terus tidak ada perubahan dalam kebijakan ‘Israel’ di zona yang telah lama diduduki.

Kelompok-kelompok Palestina mengecam kesepakatan itu, dengan mengatakan itu mengabaikan hak-hak Palestina dan tidak melayani kepentingan Palestina. Kesepakatan itu melanggar konsensus Arab selama puluhan tahun bahwa tidak akan ada normalisasi hubungan dengan ‘Israel’ sampai negara itu berdamai dengan Palestina.

Presiden Palestina Mahmoud Abbas memperingatkan bahwa kesepakatan itu “tidak akan mencapai perdamaian di kawasan itu” sampai AS dan pemerintah Zionis mengakui hak rakyatnya atas sebuah negara. “Perdamaian, keamanan, dan stabilitas tidak akan tercapai di kawasan itu sampai pendudukan Israel berakhir,” katanya.

Abbas memperingatkan bahwa “upaya untuk melewati rakyat Palestina dan kepemimpinannya, yang diwakili oleh Organisasi Pembebasan Palestina (PLO), akan memiliki konsekuensi berbahaya.”

Penjajah ‘Israel’ terhadap Palestina telah berlangsung selama beberapa dekade dengan harapan minimal untuk solusi dalam waktu dekat. Perang yang meletus pada tahun 1948 ketika ‘Israel’ mendeklarasikan kenegaraan dan negara-negara tetangga Arab menginvasi dikenang setiap tahun pada tanggal 15 Mei oleh orang Palestina sebagai Hari Nakba (Nakba yang berarti malapetaka dalam bahasa Arab). Ratusan ribu orang Palestina melarikan diri atau diusir dari desa mereka selama perang.

Hampir tujuh dekade kemudian, jumlah mereka membengkak menjadi lebih dari 5,3 juta pengungsi terdaftar, yang tinggal di kamp-kamp yang dikelola Perserikatan Bangsa-Bangsa yang tersebar di seluruh wilayah – 27 kamp di Tepi Barat dan Gaza yang diduduki, 12 di Lebanon, 10 di Yordania dan sembilan di Suriah.

Negara palsu ‘Israel’ menolak kembalinya semua pengungsi dan keturunan mereka ke wilayahnya sendiri. Namun, hampir semua pengungsi bersikukuh bahwa mereka tidak akan menerima kompensasi atas rumah mereka.

Hukum internasional memandang Tepi Barat dan Yerusalem timur (Baitul Maqdis) sebagai wilayah pendudukan dan menganggap semua aktivitas pembangunan permukiman Yahudi di wilayah tersebut ilegal.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abraham AccordbahrainisraelNegara Teluk ArabpalestinaUEA
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PM Irak Berjanji Tingkatkan Keamanan setelah Pembunuhan Muslim Sunni di Salahuddin
Tulisan selanjutnya Berkas Pendaftaran Bermasalah, Lima Kandidat Presiden Ghana Dipolisikan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat

Berita
13 Juni 2026 13:44
Bersama DPR-DPD RI, MUI Gelar Hari Dialog Antar Peradaban Internasional, Dorong Perdamaian Global dari Indonesia
Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Terbaru

  • Persidangan Kasus Rodrigo Duterte di ICC Bisa Melibatkan 1.000 Korban
  • Malaysia akan Putus Aliran Listrik dan Air Bangunan Ilegal Termasuk di Penampungan Rohingya
  • Kapalnya Ditembak Dekat Oman India Panggil Diplomat Amerika Serikat
  • Seorang Ibu Gugat OpenAI Terkait Kematian Putrinya Usai Curhat ke ChatGPT
  • Kelompok Hacker Terkait Iran Klaim Retas Drone FBI
  • Jelang Musim Panas UEA Sediakan 12 Ribu Tempat Istirahat Ber-AC untuk Pekerja Luar Ruangan
  • Sikap Prof. H. M. Rasjidi terhadap Jabatan
  • Mengukir Senyum, Merajut Persaudaraan: Hangatnya Kebersamaan Qurban di Dukuh Kwarasan
  • Haflah Parade Tasmi’ Al-Qur’an, Momentum Mencetak Generasi Penghafal Al-Qur’an
  • China Tangkap Akademisi WN Amerika dengan Tuduhan Spionase

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?