Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Syaikh Al-Azhar Mengecam ‘Islamofobia Sistemik’ Prancis

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Oktober 2020 13:28 1:28 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Oktober 2020 13:28
Bagikan
Syeikh Al Azhar, Dr. Ahmad Thayyib
Bagikan

Hidayatullah.com–Ketegangan Prancis baru-baru ini dengan dunia Muslim adalah bagian dari kampanye sistemik Islamofobia, kata kepala lembaga Islam Sunni paling bergengsi di Mesir, The New Arab melaporkan.

“Kami mengecam kampanye sistematis untuk menyudukan Islam dalam pertempuran politik untuk menciptakan kekacauan, yang dimulai dengan serangan jahat terhadap Nabi,” kata Syaikh Ahmad Thayyib, pada Sabtu (24/10/2020).

‘Saya katakan kepada mereka yang membenarkan penghinaan terhadap Nabi Islam: krisis sebenarnya adalah karena duplikasi intelektual Anda dan agenda sempit Anda,” kata cendikiawan itu dalam serangkaian tweet.

“Saya mengingatkan Anda bahwa tanggung jawab paling penting dari para pemimpin adalah menjaga perdamaian sipil, keamanan dalam komunitas, menghormati agama, melindungi orang dari perselisihan, dan tidak mengobarkan konflik atas nama kebebasan berekspresi.”

Komentar tersebut dipicu oleh ketegangan baru-baru ini antara Prancis dan komunitas Muslim global, yang membuat Presiden Emmanuel Macron mengklaim “Islam adalah agama dalam krisis di seluruh dunia”.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Akademi Riset Islam Al-Azhar menanggapi komentar pada saat itu dengan mengatakan: “Dia membuat tuduhan palsu terhadap Islam, yang tidak ada hubungannya dengan esensi sejati dari agama ini.”

Pernyataan itu menambahkan: “Pernyataan rasis seperti itu akan mengobarkan perasaan dua miliar pengikut Muslim” di seluruh dunia, dan menghalangi jalan menuju dialog yang konstruktif.

Ketegangan memicu gerakan global yang mendesak untuk memboikot produk Prancis, dan menarik para pemimpin dunia dan tokoh berpengaruh untuk mengutuk serangan Prancis terhadap Islam.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan sangat marah dengan kampanye yang diperjuangkan oleh Macron untuk melindungi nilai-nilai sekuler Prancis dari Islam radikal, sebuah debat yang didorong oleh pembunuhan seorang guru bulan ini yang menunjukkan kartun Nabi Muhammad di kelasnya.

Erdogan sebelumnya mengecam Macron atas kebijakannya terhadap minoritas Muslim Prancis yang besar, dengan mengatakan bahwa dia membutuhkan “pemeriksaan mental”.

“Apa masalah individu bernama Macron dengan Islam dan Muslim?” Erdogan bertanya.

“Macron membutuhkan perawatan mental,” tambah Erdogan, sambil mengindikasikan bahwa dia tidak mengharapkan Macron memenangkan mandat baru dalam pemilu 2022.

Hubungan Prancis yang pahit dengan minoritas Muslimnya memanas dalam beberapa pekan terakhir karena majalah satir Charlie Hebdo menerbitkan ulang karikatur ofensif terhadap Rasulullah.

Macron membela langkah tersebut, mengatakan bahwa Prancis “tidak akan menyerah terhadap kartun”. Pada saat yang sama, presiden juga melakukan tindakan keras terhadap kelompok Muslim dan apa yang disebutnya sebagai “separatisme Islam”.

Sementara para pembela karikatur telah menggambarkan masalah ini sebagai salah satu kebebasan berbicara, kritikus telah menunjukkan nada rasial dari sentimen anti-Islam di Prancis dan persenjataannya terhadap sebagian besar penduduk Muslim Afrika Barat dan Utara di negara itu.

Minggu lalu, dua wanita Muslim berjilbab ditikam di Paris oleh dua wanita yang dilaporkan menyebut mereka “Arab kotor”, memicu sentimen anti-Islam lebih lanjut di negara itu.

Serangan teror baru-baru ini dan kontroversi atas kartun Nabi Muhammad juga telah meningkatkan ketegangan rasial di negara tersebut.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Al AzharEmmanuel MacronislamofobiaPrancisSyeikh Ahmad Thayyib
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mahkamah Konstitusi Polandia Dukung Larangan Aborsi, Demonstran Menarget Gereja Katolik
Tulisan selanjutnya Mossad: Arab Saudi ‘di Baris Berikutnya’ untuk Normalisasi dengan ‘Israel’

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam

Berita
30 Mei 2026 13:38
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Iran Persiapkan Upacara Pemakaman Besar untuk Ayatullah Ali Khamenei
Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?