Hidayatullah.com—Kepolisian Nigeria menaikkan pangkat lebih dari 80.000 personelnya dalam upaya meningkatkan moral mereka setelah terjadi unjuk rasa anti-kebrutalan polisi selama berminggu-minggu di seluruh penjuru negeri.
Kenaikan pangkat secara massal, yang sebelumnya tidak pernah terjadi itu, diumumkan hari Senin (23/11/2020) dalam sebuah pernyataan oleh jubir kepolisian Frank Mbah, lansir BBC.
Dia mengatakan anggota kepolisian yang terkategori masih yunior memperoleh kenaikan satu pangkat.
Sekitar 16 anggota kepolisian yang tewas saat bertugas menghadapi demonstrasi juga dinaikkan pangkatnya, sedangkan sekitar 70 lainnya yang terluka memperoleh kenaikan pangkat istimewa.
Inspektur Jenderal Kepolisian Mohammed Adamu mengatakan promosi bagi personel yang tewas saat bertugas merupakan pengakuan tertinggi atas bakti yang mereka berikan kepada negara.
Laporan resmi menyebutkan sedikitnya 80 orang dari kalangan sipil, polisi dan tentara, tewas selama protes bulan lalu yang terjadi di berbagai daerah di Nigeria.
Aksi unjuk rasa, yang didominasi kaum muda, berawal dari seruan agar sebuah unit polisi khusus, Special Anti-Robbery Squad (SARS), dibubarkan karena personelnya di lapangan dinilai banyak bertindak sewenang-wenang dan brutal. Dari tuntutan pembubaran SARS pengunjuk rasa kemudian menambah tuntutannya agar pemerintahan dijalankan secara lebih baik dan bersih.*