Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Petani Pohon Natal di Yunani Berharap Tahun Ini Lolos dari Kerugian

Ama Farah
Terakhir diupdate: 1 Desember 2020 20:06 8:06 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 1 Desember 2020 20:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Mengalami penguncian wilayah akibat pandemi coronavirus di masa paling sibuk tahun ini, para petani pohon fir di Yunani berharap tidak mengalami kerugian.

Lockdown yang diberlakukan secara nasional berarti ribuan pohon Natal kemungkinan tidak akan dapat dipasarkan tepat waktu, yang akan menjadi pukulan sangat telak bagi para petani di bagian utara Yunani yang mengandalkan perdagangan fir sebagai satu-satunya sumber mata pencaharian.

“Itu akan menjadi malapetaka besar,” ujar Christos Bitsios, seorang petani fir di Taxiarchis, sebuah desa di pegunungan di Chalkidiki.

Yunani memperpanjang sampai 7 Desember masa lockdown nasional kedua yang diberlakukannya sejak bulan November. Bagian utara merupakan wilayah Yunani yang paling parah mengalami pandemi coronavirus.

Pada masa seperti sekarang di tahun lalu, pohon-pohon fir untuk dekorasi Natal sudah laris terjual, kata Bitsios seperti dilansir Reuters.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Panen tahunan fir merupakan hasil kerja keras selama 15 tahun dan pohon itu harus dipotong setiap tahun atau mengalami mati kering karena ditanam dengan jarak rapat, paparnya.

Pemerintah Yunani enggan melonggarkan lockdown, karena akan berakibat pada peningkatan kasus Covid-19 yang dapat melumpuhkan sistem kesehatan nasional disebabkan banyaknya pasien.

Pada hari Senin (1/12/2020), Yunani mencatat pertambahan infeksi coronavirus 1.044, sehingga total kasus Covid-19 di negara itu mencapai 105.271 sejak awal pandemi.

Bitsios optimistis bahwa 2020 sebenarnya bisa jadi tahun di mana minat orang untuk membeli pohon Natal sangat tinggi, apabila pembatasannya agak dilonggarkan, sebab pandemi membuat orang cenderung tinggal di rumah saja untuk merayakan Natal.

“Kalau mereka memperbolehkan kami, jika mereka membuka sektor ritel, kami kemungkinan akan memperoleh keuntungan lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya karena orang ingin mendekorasi pohon. Kami menerima banyak telepon, banyak pesanan,” ujarnya.

Apabila tidak, maka desanya diperkirakan akan mengalami kerugian 300.000 euro.

Ketika ditanya apa yang dimintanya kepada Sinterklas tahun ini, Bitsios berkata, “Keberuntungan yang lebih baik di tahun depan.”*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:firlockdownnatalpetanipohonYunani
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Benarkah Populasi Penduduk Jepang Terancam Punah, Apa Penyebabnya?
Tulisan selanjutnya Massa Geruduk Rumah Mahfud MD di Madura Diduga karena Ucapannya soal HRS

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

genosida bosnia
Berita

Ratko Mladic Si Penjagal Bosnia Meninggal di Usia 84 Tahun

Berita
28 Agustus 2026 02:27
AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
Pimpin APHIDA 2026-2030, Fadlurrahman: Bidik Penguatan Bisnis Jamaah hingga Pasar Global
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Turki Luncurkan Atlas Sejarah Islam Digital, Rekam Berbagai Peradaban Selama 1.300 Tahun

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?