Hidayatullah.com–Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan dan memperluas kemampuan militer agar dapat mempertahankan negaranya lebih baik, lapor media milik pemerintah. Hal itu disampaikan Kim dalam kongres partai –yang sangat jarang dilakukan– di tengah tekanan dan ancaman sanksi internasional terhadap Korut.
Kongres Partai Kedelapan itu, yang dimulai hari Selasa, digelar pada saat krisis ekonomi Korut semakin parah akibat kebijakan lockdown yang dilakukannya guna meredam penyebaran coronavirus, serangkaian bencana alam, serta sanksi internasional berkaitan program nuklirnya.
Kongres itu juga dilaksanakan menjelang pelantikan Joe Biden sebagai presiden Amerika Serikat menggantikan Donald Trump, yang gagal membuka jalan perundingan untuk mencapai kesepakatan denuklirisasi Korut.
Dalam sesi pertemuan hari Rabu, Kim mendiskusikan kebijakan guna memperbaiki standar kehidupan rakyat, sehari setelah dia mengakui bahwa target-target ekonomi sebelumnya tidak tercapai, lapor media pemerintah, seperti dilansir Reuters Kamis (7/1/2021).
Untuk memastikan “lingkungan yang damai” bagi rakyat, Kim menyerukan agar kemampuan pertahanan negara dinaikkan ke level lebih tinggi, dan menetapkan 4 target untuk mewujudkannya.
Kongres partai yang diselenggarakan di Pyongyang tersebut merupakan yang pertama sejak 2016 dan kedua sejak 1980.
Sejak mengumumkan sepihak moratorium percobaan nuklir dan misil balistik lintas benua (ICBM) dari tahun 2018, Kim justru menyerukan dilanjutkannya produksi senjata nuklir untuk memenuhi gudang persenjataannya, meluncurkan serangan misil berkekuatan lebih kecil, serta memamerkan ICBM terbesar yang dimiliki Korut saat ini pada parade bulan Oktober.
Foto-foto kongres yang dirilis media plat merah menunjukkan para peserta duduk berdekatan satu sama lain tanpa mengenakan masker.*