Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Pasokan Vaksin COVAX Terlambat, Serbia Kirim 10.000 Vaksin ke Bosnia

Ama Farah
Terakhir diupdate: 3 Maret 2021 18:13 6:13 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 3 Maret 2021 18:13
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

Hidayatullah.com—Serbia telah mengirimkan 10.000 vaksin coronavirus ke negara tetangganya Bosnia and Herzegovina.

Hal itu dilakukan setelah terjadi keterlambatan pengiriman vaksin dari skema COVAX, yang pekan lalu memberikan kiriman vaksin pertamanya ke Afrika.

COVAX adalah skema distribution vaksin yang digagas oleh European Union, World Health Organization (WHO), Gavi, dan lainnya, yang dimaksudkan agar terjadi keadilan dalam pembagian vaksin di masa pandemi, termasuk pengiriman ke negara-negara miskin meskipun mereka tidak mampu membayar.

Sementara sejumlah negara kaya seperti Israel, inggris dan Amerika Serikat menimbun vaksin yang dibutuhkan untuk imunisasi warganya, negara miskin yang semata mengandalkan COVAX harus bersabar menunggu kiriman.

Bosnia mengancam akan menggugat program COVAX kecuali vaksin pesanannya tiba seperti jadwal yang disepakati. Bosnia meminta 1,2 juta dosis untuk disuntikkan ke sekitar sepertiga penduduknya.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Anggota dewan kepresidenan Bosnia yang multietnis hari Selasa (2/3/2021) mendiskusikan masalah pengiriman itu dengan Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus, lapor Euronews.

Bosnia akan menandatangani apa yang digambarkan sebagai dokumentasi “tambahan” yang diminta produsen vaksin, menurut pernyataan yang dirilis usai video conference dengan WHO. Disebutkan bahwa Bosnia telah memenuhi persyaratan pengadaan tempat penyimpanan vaksin yang akan dikirim. Sebagaimana diketahui bahwa vaksin coronavirus yang dibuat oleh masing-masing produsen memiliki standar penyimpanan berbeda, misalnya suhu ruang pendingin yang harus sekian derajat di bawah nol.

Sebagai aksi solidaritas dari Serbia, Presider Aleksandar Vucic, terbang ke ibukota Bosnia, Sarajevo, untuk mengirimkan 10.000 vaksin buatan AstraZeneca kepada otoritas setempat. Jumlah itu cukup untuk disuntikkan ke 5.000 orang yang masing-masing harus mendapatkan dua kali suntikan.

Vucic menggambarkan langkah itu sebagai bentuk solidaritas dan menyeru agar dilakukan kerja sama yang lebih erat di kalangan negara Balkan.

“Kami mengharapkan vaksin dari Uni Eropa, tetapi kami tidak mendapatkannya,” kata Vucic.

“Kami akan berterima kasih kepada mereka apabila kami sudah menerima vaksin dari program COVAX,” imbuhnya.

Serbia sudah memulai inokulasi pada Januari, utamanya menggunakan vaksin China buatan Sinopharm, serta vaksin buatan Pfizer-BioNTech, Sputnik V dari Rusia dan AstraZeneca.

“Presiden Vucic menyodorkan tawaran kepada kami di saat mekanisme internasional gagal dan kami menerimanya,” kata Sefik Dzaferovic, anghota dewan kepresidenan Bosnia dari etnis Bosniak.

Perwakilan dari etnis Kroasia, Zeljko Komsic menambahkan bahwa bahkan meskipun satu saja dari  5.000 vaksin itu menyelamatkan satu nyawa, itu sudah berarti.

Baik Bosnia maupun Serbia sedang berusaha agar diterima memjadi anggota Uni Eropa. Pada.saat yang sama, Serbia dan orang-orang Serbia di Bosnia juga menjalin hubungan yang lebih erat dengan Rusia dan China.

Dr Seth Berkley dari aliansi vaksin GAVI hari Selasa mengakui ada sedikit masalah dalam proyek COVAX.

“Sejumlah jadwal luput,” ujarnya, seraya menambahkan bahwa pada akhirnya nanti pasokan vaksin yang dibutuhkan akan tersedia.

Bulan lalu, GAVI mengumumkan renana pendistribusian 336 juta dosis vaksin buatan Oxford University/AstraZeneca — salah satu pilar program COVAX.

COVAX juga akan menerima 1,2 juta dosis vaksinyang dibuat dan didistribusikan oleh raksasa farmasi Amerika Serikat Pfizer dan mitranya asal Jerman BioNTech, yang sejauh ini sudah mengirimkan berjuta-juta dosis ke negara-negara kaya yang membelinya.

Berkley mengatakan vaksin Pfizer perlu kerja ekstra untuk penyimpanannya, sehingga proses pengiriman terkendala.

Vaksin buatan Pfizer-BioNTech harus disimpan dalam ruang penyimpanan bersuhu sangat-sangat dingin, sehingga sulit ketika harus dikirim ke negara atau daerah beriklim panas dan ke daerah pedesaan yang minim listrik.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bosniacoronavirusCOVAXcovid-19serbiavaksin
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya vaksin-covid-19-gaza Covid-19: Iraq Terima Sumbangan Vaksin China Sinopharm
Tulisan selanjutnya BNPB Bencana Alam Indonesia Selama Setahun BNPB Catat 3.253 Bencana Alam Terjadi di Indonesia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Berita
3 Juni 2026 12:08
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?