Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Berniat Gabung ISIS Sepasang Pengantin Baru Ditangkap di Pelabuhan New Jersey

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 April 2021 09:13 9:13 am
Ama Farah
Dipublikasikan 5 April 2021 09:13
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Sepasang suami-istri yang baru menikah, yang konon mengutarakan keinginan untuk bergabung dengan ISIS alias IS, Ditangkap hari Kamis (1/4/2021) di sebuah pelabuhan dekat New York City ketika berusaha menaiki sebuah kapal kargo, yang menurut aparat yang menyamar, akan membawa mereka ke Yaman.

James Bradley, 20, dan Arwa Muthana, 29, ditangkap saat berada di papan jalan di Newark–Elizabeth Marine Terminal di New Jersey, kata jaksa penuntut. Keduanya didakwa di pengadilan federal di Manhattan dengan tuduhan berusaha dan berkonspirasi untuk menyuplai sokongan materi untuk sebuah organisasi teroris asing.

Bradley dan Muthana hadir di pengadilan untuk pertama kali pada hari Kamis dan diperintahkan masuk tahanan tanpa peluang bebas dengan uang jaminan, lansir Associated Press Sabtu (3/4/2021).

Kepala Kejaksaan Manhattan Audrey Strauss mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa “rencana-rencana serangan yang akan dilakukan pasangan itu terhadap Amerika Serikat berhasil digagalkan.”

Bradley, warga Bronx, dalam sejumlah perbincangan yang direkam dengan petugas yang menyamar selama kurun hampir satu tahun mengungkapkan keinginannya bergabung dengan IS di luar negeri, kata jaksa. Bradley juga mengatakan kepada aparat hukum yang menyamar tersebut – yang menggiringnya ke kapal kargo itu – perihal potensi serangan terhadap United States Military Academy di West Point, New York, kata jaksa.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Bradley berusaha berangkat ke Timur Tengah dengan kapal kargo karena khawatir dirinya kungkinan masuk dalam daftar teroris yang dipantau aparat, kata jaksa 

Pada 2019, Bradley berenang pergi ke Afghanistan untuk bergabung dengan Taliban dan menyerang tentara AS. Namun, dia mengubah niatnya karena ada perbedaan ideologi dengan orang yang rencananya akan melakukan perjalanan bersamanya. Orang tersebut kemudian ditangkap, kata jaksa mengutip interview FBI kala itu.

Muthana, warga Alabama, juga mengutarakan dukungannya untuk ISIS dan mendiskusikan rencana keberangkatan ke Timur Tengah deng denga Bradley untuk berperang atas nama kelompok tersebut, kata jaksa. Wanita itu melepaskan haknya untuk diam dan dia mengatakan berniat untuk bertempur dan membunuh orang-orang Amerika, kata jaksa.

Pasukan koalisi pimpinan AS merebut teritori terakhir yang dikuasai IS sekitar dua tahun lalu, mengakhiri kekhalifahan yang diproklamirkan sepihak oleh ISIS yang mencakup sebagian besar wilayah Iraq dan Suriah. Sejak itu, sisa-sisa anggota ISIS bergerak di bawah tanah di daerah perbatasan Iraq-Suriah terus melakukan aksi pemberontakan.

Muthana dan Bradley menikah bulan Januari 2021. Setelah pergi ke Alabama untuk menemui Muthana, kata jaksa, dia menghubungi petugas yang menyamar dengan ide pergi ke luar negeri dengan menumpang kapal kargo untuk bergabung dengan ISIS. Petugas yang menyamar tersebut kemudian menghubungkan Bradley dengan seorang “fasilitator” – yang sebenarnya juga seorang petugas yang menyamar – dan Bradley membayar orang tersebut $1.000 tunai untuk ongkos perjalanan, kata jaksa.

Bradley mengatakan kepada petugas yang menyamar itu bahwa dia dan Muthana berencana “bertempur” setibanya di Yaman dan dia bermimpi bahwa dirinya memberikan bai’at kepada pemimpin IS Abu Ibrahim al-Hashimi al-Qurayshi, kata jaksa.

Dalam dakwaan tidak disebutkan bahwa Bradley dan Muthana pernah mendiskusikan perihal rencana bergabung IS kepada orang lain selain kepada dua petugas yang menyamar tersebut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatISISJames BradleyMuthanaNew York
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jangan Lupakan 3 April, Hari NKRI
Tulisan selanjutnya Para Ulama dari Kalangan Budak

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal

Berita
31 Mei 2026 05:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB

Terbaru

  • Usai Serangan Drone Terminal Pelabuhan Mina al-Fahl Oman Beroperasi Kembali
  • Survei Terbaru Ungkap Mayoritas Masyarakat Dunia Tak Menyukai Israel
  • Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
  • ‘Israel’ Beri Keringanan Pajak bagi Permukiman Ilegal Yahudi di Tepi Barat
  • Genosida ‘Israel’ di Gaza: Jumlah Warga Palestina Hilang Tembus 9.500 Orang
  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?