Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Internasional

Covid-19: Ribuan Nakes Amerika Meninggal Gegara Tak Cukup APD

Ama Farah
Terakhir diupdate: 9 April 2021 13:49 1:49 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 9 April 2021 13:49
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com—Dr Anthony Fauci mengucapkan terima kasih kepada para pekerja kesehatan yang setiap hari menempatkan diri mereka dalam risiko selama pandemi Covid-19, seraya memgakui bahwa kekurangan alat perlindungan diri ikut berkontribusi pada kematian lebih dari 3.600 di antara mereka.

“Mereka benar-benar pahlawan,” kata Fauci, kepala kedua penasihat bidang kesehatan Presiden AS Joe Biden, dalam wawancara eksklusif dengan The Guardian. Direktur National Institute of Allergy and Infectious Diseases (NIAID), itu menegaskan bahwa sebutan pahlawan itu tidak berlebihan. Begitu banyaknya jumlah kematian selama pandemi Covid di kalangan pekerja kesehatan merupakan refleksi dari apa yang dilakukan mereka sepanjang sejarah, yaitu menempatkan diri dalam kondisi bahaya, menjalani sumpah profesi yang diucapkannya ketika menjadi dokter atau perawat.

The Guardian dan Kaiser Health News melacak kematian pekerja kesehatan yang meninggal dunia selama pandemi dalam database Lost on the Frontline. Lebih dari 3.600 kematian pekerja kesehatan AS tercatat dalam database itu, yang dianggap perhitungan paling dipercaya di AS.

Personal protective equipment (PPE) – seperti sarung tangab, baju hazmat, masker – jumlahnya kurang banyak di AS sejak awal pandemi. Meskipun negara industri maju, Amerika Serikat merupakan importir terbesar PPE atau alat perlindungan diri (APD), sehingga menjadikannya sangat rentan apabila terjadi gangguan suplai seperti selama pandemi.

“Pada masa-masa kritis ketika terjadi kelangkaan [PPE] orang terpaksa mengenakan apa saja yang mereka punya,” kata Fauci sepeti dikutip The Guardian Kamis (8/4/2021). “Saya yakin itu yang meningkatkan risiko infeksi di kalangan tenaga kesehatan,” kata Fauci.

Baca Juga

Saudi Tak Akan Jalin Diplomatik dengan Penjajah, tanpa Negara Palestina
Masjidil Haram Dinodai Ponsel dan Kamera
Vatikan Selidiki Kabar Pesta Seks di Katedral Inggris
Muslim Yunani Khawatir Pihak Berwenang akan Hapus Jejak Utsmaniyyah di Trakia
Hujan Tidak Turun karena Wanita Iran Tidak Berhijab

Kekurangan disebabkan pemerintah AS gagal menjaga jumalh persediaan nasional APD, dan pemerintahan presiden terdahulu menolak untuk membeli lebih banyak PPE buatan dalam negeri. Akibatbya, banyak pekerja kesehatan yang menggunakan kantong sampah sebagai pakaian hazmat, menggunakan berulang-ulang masker N95 hingga berminggu-minggu, dan seringkali bekerja tanpa mengenakan sarung tangan.

Contoh mengenaskan terjadi pada Nina Forbes, seorang perawat yang terpaksa kerap mengenakan baju hazmat ketika bertugas, yang menurut putrinya, kemudian meminggal dunia.

Setahun pandemi Covid-19 berlalu, pekerja kesehatan di AS masih terus kekurangan APD, menurut Food and Drug Administration.

Lebih dari 555.000 orang di Amerika Serikat meninggal dunia akibat coronavirus selama pandemi. Kebanyakan dari mereka mengalami gejala Covid-19 berkepanjangan.

Menurut hasil studi di Inggris dan AS yang dimuat di jurnal Lancet, pekerja kesehatan berisiko tiga kali lebih tinggi tertular coronavirus dibandingkan masyarakat umum.

Tak peduli seperti apa hasilnya di masa datang upaya imunisasi yang telah digencarkan pemerintah, Fauci mengatakan para pembuat kebijakan di AS harus belajar dari pengalaman tahun lalu, yaitu jangan pernah lagi membiarkan orang dalam bahaya ketika melakukan tugasnya atau tidak membekali mereka dengan alat perlindungan diri yang memadai.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika Serikatcoronaviruscovid-19Dr FauciNakes
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Alat pendeteksi covid Dengan atau Tanpa China, Para Ilmuwan Kembali Lakukan Penyelidikan Asal COVID-19
Tulisan selanjutnya Sertifikat Vaksin Jokowi Bocor, Kemenkes Tutup Data Pejabat Negara di Aplikasi "PeduliLindung" Vaksin AstraZeneca Pesanan Indonesia Telat, Menkes Berencana Tambah Stok Sinovac

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Berita
15 Juli 2026 09:27
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Pos Indonesia Gagal Bayar Bagi Hasil Sukuk Rp24 Miliar

Terbaru

  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Mungkin Anda Juga Suka

Internasional

Potret Pasukan Khusus Wanita Arab Saudi yang Akan Jaga Keamanan Umrah dan Haji

13 Januari 2023 15:00
Internasional

Mayoritas Muslim, Kota di AS Ini Perbolehkan Penyembelihan Hewan untuk Qurban

13 Januari 2023 07:00
Bendera LGBT AS
Internasional

Politisi Republikan AS Ajukan UU yang Melarang Pengibaran Bendera LGBT dan BLM

13 Januari 2023 05:01
Internasional

Muslimah India Berprestasi Ini Harus Pindah Sekolah Demi untuk Tetap Berhijab

12 Januari 2023 19:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?